Sejarawan: Sang Penjaga Masa Lalu

Seorang sejarawan adalah orang yang mempelajari dan menulis tentang masa lalu dan dianggap sebagai otoritas di atasnya. Sejarawan prihatin dengan narasi, terus menerus metodis dan penelitian dari peristiwa masa lalu sebagai yang berkaitan dengan umat manusia, serta studi dari semua sejarah pada waktunya. Perkembangan ilmu sejarah tidak bisa dilepaskan dengan sejarawan itu sendiri sebagai subjek pengembang ilmu. Oleh karena perkembangan zaman membawa dampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk di dalamnya ilmu sejarah, maka sejarawan pun mesti juga mengalami perkembangan dalam peran intelektualnya.

Akselerasi perkembangan yang menuntut peran ilmu secara lebih besar dan aplikatif dalam menjawab tantangan zaman, menyebabkan sejarawan harus bereksperimen dengan berbagai ragam tindakan regulasi perubahan tersebut. Sekaligus, sejarawan juga dituntut untuk menemukan dan menggantikan format peran sambil berjalan menyesuaikan zaman. Suatu kenyataan bahwa orientasi ke masa depan merupakan suasana yang melingkupi masa abad XXI, maka orientasi ini juga perlu dimiliki oleh seorang sejarawan. Menurut istilah C.P. Snow, dibutuhkan sejarawan yang “dialiri masa depan” hingga ke tulang sumsumnya. Hal ini berkonsekuensi, sejarawan perlu merevisi peran yang selama ini tidak berorientasi ke masa depan.

Desakan akselerasi di berbagai bidang, sesungguhnya memberikan “amanat terselubung” bagi sejarawan untuk bisa meningkatkan kemampuan menanggulangi (cope ability) terhadap persoalan-persoalan yang muncul pada abad XXI. Meskipun ada banyak aliran sejarawan dalam peran ini, tetapi bukanlah sesuatu yang haram, apabila sejarawan mulai melakukan eksperimen-eksperimen historis dalam analisis metodologinya, sehingga mampu memberikan solusi bagi penyelesaian masalah yang muncul. Kalau toh, itu bukan dinamakan social engineering, maka katakanlah sebagai suatu jenis social engineering produk sejarawan, yang menurut Popper (1985), dapat berupa perencanaan dan pembangunan lembaga-lembaga, yang bertujuan menahan, mengontrol atau mempercepat munculnya perubahan-perubahan sosial tertentu.

Situasi dan kondisi serba cepat ini menyebabkan pula segala kebijakan maupun perkembangan budaya manusia mempunyai sifat cepat usang dan sementara, tempo kehidupan semakin cepat dengan keanekaragaman gaya hidup. Tak terasa, seolah-olah dimensi masa lalu pun bila dilihat dari masa kini, sepertinya berjalan begitu cepat pula.. Dengan demikian kehidupan masa lalu pun menjadi urgen untuk dipikirkan kembali. Di samping itu perkembangan situasi dan kondisi yang serba “krisis” ini juga menghendaki perenungan kembali bagi kalangan ilmuwan umumnya tentang peran yang harus dimainkan dan sikap yang harus ditunjukkan dalam menghadapi tantanan zaman, khususnya di abad XXI nanti. Tak kecuali dengan sejarawan (sejarawan profesional / akademisi) perlu segera melihat kembali peran yang telah dimainkan selama ini dengan mencari alternatif-alternatif baru, termasuk di dalamnya alternatif dalam penulisan sejarah. Sejarawan adalah penghubung antara masa lalu dan masa kini serta masa depan, seorang sejarawan adalah penjaga masa lalu sehingga akan tetap dikenang sampai akhir dunia.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Sejarah Dunia, Umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s