Indonesia adalah Bangsa Agraris

Selain sebagai bangsa bahari, nenek moyang bengsa Indonesia juga merupakan bangsa agraris. Mereka mengembangkan tanah yang ditempati untuk diolah menjadi lahan pertanian, perternakan, dan perkebuanan. Menurut penelitian ahli purbakala, tradisi bersawah berasal dari Indonesia yang kemudian menyebar ke daratan Asia lainnya melalui Asia Tenggara. Dipadukan dengan kepandaian berladang dan berhuma yang sudah dikembangkan sebelumnya, terbentuklah tradisi mata pencarian pertanian barupa tanaman padi di sawah dengan menggunakan system pengairan.
Dengan berkembangnya kemakmuran yang  dicapai dari hasil pertanian, meningkat pula jumlah punduduknya. Kelompok-kelompok yang sudah bertempat tinggal tetap kemudian membentuk suatu perkampungan yang kelak berkembang menjadi desa. Di desa-desa itulah peradaban perundagian dan agraris dikembangkan. Mereka mlai mengembangkan teknologi sederhana dengan cara memproduksi alat-alat pertanian untuk mengolah sawah, untuk alat-alat rumah tangga, ala upacara, dan alat menebang pohon (kapak)
Dalam keiatan pertanian, mereka mengolah lahan-lahan yang subur untuk menopang hidup mereka. Melalui proses evolusi dan sintesis budaya antar kelompok suku bangsa, terciptalah kepandaian baru dalam mengolah tanah, cara pembuatan alat-alat pertanian dari perunggu dan besi, serta pengetahuan tentang musim. Kepandaian bersawah ini kemudian menjadi salah satu corak peradaban pra-aksara Indonesia yang diwariskan sampai sekarang.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s