Pulau Mega Bengkulu: Pulau Persinggahan

Pulau Mega adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia dan berbatasan dengan negara India. Pulau Mega ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu. Pulau ini berada di sebelah barat dari kota Bengkulu dengan koordinat 4° 1′ 12″ LS, 101° 1′ 49″ BT dengan luas 5 Ha dan tidak berpenghuni, hanya sebagai tempat persinggahan para nelayan.
Informasi Umum :
Pulau Mega terletak di bagian barat Pulau Sumatera dan terletak di lepas pantai Samudera Indonesia. Pulau ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Mukomuko dan Provinsi Sumatera Barat. Pulau Mega merupakan pulau yang sangat kecil dengan luas sekitar 3,13 km2 dengan lebar pulau sekitar 1,5 Km dan bagian terpanjang sekitar 2 Km. Pulau yang tidak berpenghuni ini oleh penduduk/nelayan sekitar disebut juga Mego, yang artinya sangat jauh.Aksesbilitas :
Untuk menuju Pulau Mega, perjalanan dapat dimulai dari Kota Bengkulu dengan menggunakan kendaraan roda empat menuju Bengkulu Utara, dilanjutkan dengan menyewa kapal motor berukuran sedang menuju Pulau Mega.
Karakteristik :
Pantai di Pulau Mega bertipe pasir berkarang yang mempunyai kedalaman antara 1-4 meter pada bagian tepi pulau dan ke arah luar pulau kedalamannya mencapai lebih dari 10 meter. Daratan pulau ini cukup landai dan ditumbuhi tanaman perdu, sehingga membuat pulau ini cukup rimbun. Pulau Mega mempunyai pantai berpasir yang memanjang dari bagian barat daya ke arah tenggara dengan daratan yang rendah di sepanjang pantai utara. Perairan laut di sekeliling pulau relatif jernih dengan keadaan gelombang yang dipengaruhi oleh hamparan karang mati yang berbentuk rata (reef flat) dimana tubirnya berhadapan langsung dengan laut dalam. Nilai rata-rata kondisi perairan di Pulau Mega untuk masing-masing parameternya antara lain: suhu 30,1 C, pH 7,9, salinitas 31,1?, DO 7,2 mg/l, BOD 1,37 mg/l, ammonia 0,715 mg/l, nitrat 0,010 mg/l, nitrit 0,005 mg/l dan sulfida < 0,01 mg/l.
Biogeofisik:
TERUMBU KARANG Dari hasil pengamatan di perairan sekitar Pulau Mega pada kawasan rataan karang (reef flat) dan tubir karang (reef slope), pada daerah rataan karang didominasi karang dari jenis Acrophora yang berwarna coklat dan kehijauan. Jenis ini antara lain Pocillopora sp yang berwarna ungu dan Stylophora yang berwarna merah muda. Bentuk-bentuk karang yang dapat dijumpai antara lain bentuk cabang, bentuk masif atau padat seperti karang otak dan bentuk jamur yang umumnya dari marga fungi. Sedangkan pada daerah sekitar tubir karang sampai teluk didominasi oleh jenis Acrophora berbentuk meja dan batu karang besar dan bundar seperti Porites dan karang otak (Platygra sp). Pada daerah yang relatif dalam terdapat beberapa jenis ikan hias dan ikan konsumsi yang umumnya ditangkap nelayan, di antaranya ikan hias penghuni karang dengan jenis terbanyak dari famili Choetodontridae dan Pomancentridae. Jenis ikan yang paling banyak ditemui dari kedua famili tersebut antara lain ikan bendera (Chartodon Rafflesi), ikan kepe-kepe (Megaprotodon Striangulus), ikan putri bali (Chormis dimidiatus), ikan sersan (Megaprotodon Striangulus) dan ikan klon (Amphiprion perideraion). VEGETASI PANTAI Flora pantai yang tampak dominan di Pulau Mega adalah nyamplung (Calophyllum inophllum), ketapang (Teriminalia Catappa) dan batang apung (Scaevola sericea). Jenis-jenis tumbuhan lain yang mudah dikenali adalah putat laut (Baringtonia Astica), waru (Hibiscus tiliaceus) dan kelapa (cocos nucifera). Vegetasi bawah cukup beragam jenisnya, antara lain pandan (Pandanus sp), pakis haji (Cycas Rumphi), kangkung laut (ipomoea pescaprae), bakung (Crinm Asiaticum), paku pandan (Asplenium nidus) dan dekap laut (Erythrina variagata). PERIKANAN Perairan di sekitar Pulau Mega kaya akan jenis ikan karang seperti ikan bendera, ikan kepe-kepe dan ikan sersan. Ikan-ikan yang biasanya tertangkap oleh nelayan yang menggunakan pukat cincin adalah dari jenis ikan konsumsi seperti ikan tongkol (Eutynnus sp), ikan kembung (Rastrelliger sp), ikan tenggiri (Scomberromerus sp), ikan layang (Decaterus sp), ikan kerapu (Ephinephelus sp) dan ikan sotong (Sepia sp). Biota laut lain yang dapat dijumpai adalah bintang laut biru (Linchia laevigata), bulu babi (Diadema sp) dan beberapa jenis kerang-kerangan. Jenis moluska langka yang juga dapat ditemukan antara lain siput mata lembu (turbo marmoratus), triton terompet (Charonia tritonis) dan lola (Trochus niloticus). Hamparan rumput laut (sea grass) membentang sangat sedikit dan didominasi oleh Thalassia sp dan Enhalus sp.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s