Gerakan Mujahidin di India

Ta`rif Jama’at Islami adalah sebuah jama’ah Islam modern yang mememfokuskan aktifitasnya utuk menegakkan syari’at Islam dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Jama’at Islami tergolong gigih membendung berbagai bentuk aliran sekuleristik yang berusaha keras mendominasi seluruh negeri. Pertama Pendiri Abu al-A’la al-Maududi adal ah pendiri Jama’at Islami. Ia dilahirkan di kota Aurangabad di wilayah Hyderabad. Memulai pendidikannya di wilayah asuhan orang tuanya sendiri Sayid Ahmad Hasan. Keturunannya dari keluarga Qutb al-Din Maudud. Keluarga ini terkenal degan keteguhannya dalam memegang dan kedudukan rohaninya yang tinggi.Aktifitas dakwah Maududi berawal di dunia jurnalistik pada tahun 1918 M. pada tahun 1920 M beliau membentuk sebuah front jurnalistik yang bertujuan memerdekakan ummat Islam dan menyampaikan Islam. Karir jurnalistiknya sering berpindah-pindah dalam berbagai surat kabar. Ia pernah menjadi penulis direktur dan pemimpin redaksi.
Bukunya Jihad Dalam Islam yang beredar tahun 1928 M berpengaruh luas dan mendalam dalam membangkitkan semangat perlawanan menentang Inggris kaum Berhalaisme dan musuh-musuh Islam di mana saja.
Tahun 1933 M. Ia menerbitkan majalah Turjuman Al-Qur’an dari Hyderabad Deccan. Motto majalah ini adalah “Wahai ummat Islam embanlah dakwah Al-Qur’an bergeraklah dan terbanglah menjelajah dunia.”
Melalui majalah ini Maududi mentransfer pemikiran-pemikirannya ke segenap ummat Islam di anak benua India-Pakistan. Ini merupakan langkah awal yang meratakan jalan menuju berdirinya Jama’at Islami di kemudian hari.
Tahun 1937?1938 M Maududi tinggal di Lahore memenuhi panggilan Dr. Mohammad Iqbal. Di Bathankot ia bersama Iqbal mendirikan sebuah Lembaga Researc Islam. Lembaga ini menjadi tempat pengkaderan dan tempat dia mengarang buku. Namun beberapa lama kemudian sejak kedatangan Maududi Iqbal berpulang menghadap Ilahi.
Melalui majalah Turjuman Al-Qur’an Maududi menyerukan para ulama dan tokoh-tokoh Islam supaya menghadiri konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 1941 M/1360 H di Lahore. Konferensi ini dihadiri 75 orang dilegasi yang mewakili beberapa negara bagian india. Dalam konferensi inilah Jama’at Islami didirikan dan Maududi terpilih menjadi pemimpinnya.
Ketika itu anak benua india dikuasai Inggris. Maududi mengeluarkan fatwanya yang berani. Ia mengharmkan bekerja utk berbakti kepada kekuatan penjajah. Fatwa inilah yang menyebabkan Jama’at Islami menghadapi serangan dahsyat dari pihak penjajah sejak awal berdirinya.
Tanggal 28 Agustus 1947 M Pakistan lahir sebagai negara merdeka yang memisahkan diri dari negara India negara berhala. Kemudian disusul dgn munculnya kepemimpinan Jama’at Islami baru di India. Jama’at menyatakan kemerdekaan dgn sendirinya. Tujuannya tak lain adalah memudahkan urusan-urusan administratif. Jama’at Islami dgn berdikari mendirikan kamp-kamp penampungan Muhajirin Muslimin dan kepada mereka di beri bantuan sampai merasa aman dan damai.
Dalam hidupnya Maududi berkali-kali dijebloskan ke dalam penjara krn keberanian dan sikapnya melawan orang-orang yang menentang penerapan hukum Islam di Pakistan. Ia pernah dijatuhi hukuman mati tetpi kemudian mendapatakan keringanan.Penjara-demi penjara dimasukinya namun tidak membuatnya mundur dari sikap dan perjuangannya. Bahkan hal itu semakin memperkuat keyakinannya terhadap dakwah dan prinsip-prinsip Islam.
Jama’at Islami banyak membantu Muhajirin Kasmir dalam perjuangannya melawan India. Mereka dilengkapi dgn amunisi puskesmas-puskesmas dan kamp-kamp pengungsi.Nopember 1971 M Pakistan pecah menjadi dua. Bagian barat tetap disebut Pakistan dan bagian timur disebut Bangladesh. Perpecahan itu telah mengguncang Maududi.
Sejak Nopember 1972 M atas permohonan sendiri Maududi mengundurkan diri dari jabatan ketua jama’at krn pertimbangan kesehatannya. Beliau selanjutnya lbh banyak menekuni studi dan menulis terutama merampungkan kitabnya Tafhum Al-Qur’an. Jabatan ketua jama’at sesudahnya dipegang oleh Miyan Thufail Muhammad.27 Pebruari 1979 M ia mendapat hadiah King Faisal Fondation dalam bidang pengkhidmatan terhadap Islam. Hadiah tersebut didonasikan utk membangun sebuah lembaga ilmu pengetahuan Islam di Lahore.
1 Dzulqa’idah 1399 H/22 September 1979 M Maududi wafat setelah menjalani operasi di New York. Jenazahnya dibawa ke Lahore. Ucapan ta’ziyahpun berdatangan dari seluruh dunia Islam.Dalam bidang dakwah Maududi telah mewariskan kader-kader kepustakaan dan karya tulis yang tidak sedikit. karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dicetak berulang kali. (Farhan, hal.112-135:1986)

Gerakan Mujahidin di India
Ta`rif Jama’at Islami adalah sebuah jama’ah Islam modern yang mememfokuskan aktifitasnya utuk menegakkan syari’at Islam dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Jama’at Islami tergolong gigih membendung berbagai bentuk aliran sekuleristik yang berusaha keras mendominasi seluruh negeri. Pertama Pendiri Abu al-A’la al-Maududi adal ah pendiri Jama’at Islami. Ia dilahirkan di kota Aurangabad di wilayah Hyderabad. Memulai pendidikannya di wilayah asuhan orang tuanya sendiri Sayid Ahmad Hasan. Keturunannya dari keluarga Qutb al-Din Maudud. Keluarga ini terkenal degan keteguhannya dalam memegang dan kedudukan rohaninya yang tinggi.
Aktifitas dakwah Maududi berawal di dunia jurnalistik pada tahun 1918 M. pada tahun 1920 M beliau membentuk sebuah front jurnalistik yang bertujuan memerdekakan ummat Islam dan menyampaikan Islam. Karir jurnalistiknya sering berpindah-pindah dalam berbagai surat kabar. Ia pernah menjadi penulis direktur dan pemimpin redaksi.
Bukunya Jihad Dalam Islam yang beredar tahun 1928 M berpengaruh luas dan mendalam dalam membangkitkan semangat perlawanan menentang Inggris kaum Berhalaisme dan musuh-musuh Islam di mana saja.
Tahun 1933 M. Ia menerbitkan majalah Turjuman Al-Qur’an dari Hyderabad Deccan. Motto majalah ini adalah “Wahai ummat Islam embanlah dakwah Al-Qur’an bergeraklah dan terbanglah menjelajah dunia.”
Melalui majalah ini Maududi mentransfer pemikiran-pemikirannya ke segenap ummat Islam di anak benua India-Pakistan. Ini merupakan langkah awal yang meratakan jalan menuju berdirinya Jama’at Islami di kemudian hari.
Tahun 1937?1938 M Maududi tinggal di Lahore memenuhi panggilan Dr. Mohammad Iqbal. Di Bathankot ia bersama Iqbal mendirikan sebuah Lembaga Researc Islam. Lembaga ini menjadi tempat pengkaderan dan tempat dia mengarang buku. Namun beberapa lama kemudian sejak kedatangan Maududi Iqbal berpulang menghadap Ilahi.
Melalui majalah Turjuman Al-Qur’an Maududi menyerukan para ulama dan tokoh-tokoh Islam supaya menghadiri konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 1941 M/1360 H di Lahore. Konferensi ini dihadiri 75 orang dilegasi yang mewakili beberapa negara bagian india. Dalam konferensi inilah Jama’at Islami didirikan dan Maududi terpilih menjadi pemimpinnya.
Ketika itu anak benua india dikuasai Inggris. Maududi mengeluarkan fatwanya yang berani. Ia mengharmkan bekerja utk berbakti kepada kekuatan penjajah. Fatwa inilah yang menyebabkan Jama’at Islami menghadapi serangan dahsyat dari pihak penjajah sejak awal berdirinya.
Tanggal 28 Agustus 1947 M Pakistan lahir sebagai negara merdeka yang memisahkan diri dari negara India negara berhala. Kemudian disusul dgn munculnya kepemimpinan Jama’at Islami baru di India. Jama’at menyatakan kemerdekaan dgn sendirinya. Tujuannya tak lain adalah memudahkan urusan-urusan administratif. Jama’at Islami dgn berdikari mendirikan kamp-kamp penampungan Muhajirin Muslimin dan kepada mereka di beri bantuan sampai merasa aman dan damai.
Dalam hidupnya Maududi berkali-kali dijebloskan ke dalam penjara krn keberanian dan sikapnya melawan orang-orang yang menentang penerapan hukum Islam di Pakistan. Ia pernah dijatuhi hukuman mati tetpi kemudian mendapatakan keringanan.Penjara-demi penjara dimasukinya namun tidak membuatnya mundur dari sikap dan perjuangannya. Bahkan hal itu semakin memperkuat keyakinannya terhadap dakwah dan prinsip-prinsip Islam.
Jama’at Islami banyak membantu Muhajirin Kasmir dalam perjuangannya melawan India. Mereka dilengkapi dgn amunisi puskesmas-puskesmas dan kamp-kamp pengungsi.Nopember 1971 M Pakistan pecah menjadi dua. Bagian barat tetap disebut Pakistan dan bagian timur disebut Bangladesh. Perpecahan itu telah mengguncang Maududi.
Sejak Nopember 1972 M atas permohonan sendiri Maududi mengundurkan diri dari jabatan ketua jama’at krn pertimbangan kesehatannya. Beliau selanjutnya lbh banyak menekuni studi dan menulis terutama merampungkan kitabnya Tafhum Al-Qur’an. Jabatan ketua jama’at sesudahnya dipegang oleh Miyan Thufail Muhammad.27 Pebruari 1979 M ia mendapat hadiah King Faisal Fondation dalam bidang pengkhidmatan terhadap Islam. Hadiah tersebut didonasikan utk membangun sebuah lembaga ilmu pengetahuan Islam di Lahore.
1 Dzulqa’idah 1399 H/22 September 1979 M Maududi wafat setelah menjalani operasi di New York. Jenazahnya dibawa ke Lahore. Ucapan ta’ziyahpun berdatangan dari seluruh dunia Islam.Dalam bidang dakwah Maududi telah mewariskan kader-kader kepustakaan dan karya tulis yang tidak sedikit. karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dicetak berulang kali. (Farhan, hal.112-135:1986)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s