Model Pembelajaran Inquiry Training

Model pembelajaran Inquiry Training adalah model pembelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir intelektual dan keterampilan lainnya seperti mengajukan pertanyaan  dan keterampilan menemukan jawaban yang  berawal dari keingin tahuan mereka, sebagaimana yang diungkapkan oleh Joyce, B, et. al (2000): “The general goal of inquiry training is to help students develop the intellectual discipline and skills necessary to raise questions and search out answers stemming from their curiosity”.Langkah-langkah
Joyce & Weil (1980) mengemukakan pembelajaran model inquiry training  memiliki lima langkah pokok:
1.menghadapkan masalah: menjelaskan prosedur penelitian,  menyajikan situasi yang saling bertentangan
2.menemukan masalah: memeriksa hakikat objek dan kondisi yang  dihadapi, memeriksa tampilnya masalah
3.mengkaji data dan eksperimentasi: mengisolasi variabel yang sesuai,  merumuskan hipotesis
4.mengorganisasikan, merumuskan, dan menjelaskan
5.menganalisis proses penelitian untuk memperoleh prosedur yang  lebih efektif
Inquiry Training dalam pembelajaran
Implementasi Model Pembelajaran Inquiry Training pada Pelajaran TIK.
Salah satu cara menerapkan model pembelajaran inquiry training ialah dengan penerapan pelajaran TIK berbasis portofolio. Portofolio berasal dari bahasa Inggris “Portfolio”yang artinya dokumen atau surat-surat. Pengertian portofolio disini adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut paduan-paduan yang ditentukan. Biasanya portofolio merupakan karya terpilih dari seorang siswa, tetapi dalam model pembelajaran ini setiap portofolio berisi karya terpilih dari satu kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif memilih, membahas, mencari data, mengolah, menganalisa, dan mencari pemecahan terhadap suatu masalah yang dikaji.
Misalnya dalam pembelajaran TIK seorang guru menjukan sebuah foto yang sudah diedit dengan sebuah aplikasi. Kemudian siswa ditugaskan mencari tahu aplikasi/program apa saja yang bisa digunakan untuk mengedit foto. Secara otomatis siswa akan mencari tahu tentang aplikasi-aplikasi tersebut. Setelah itu siswa ditugaskan untuk mencoba salah satu program tersebut serta membuat laporan mengenai aplikasi yang mereka pilih. Laporan yang siswa buat dalam bentuk portofolio. Dalam pembuatan porofolio siswa menjalani tahap memilih program yang mereka ingin tahu, mengolah data yang dipeoleh dari internet atau buku-buku, mengolah data dalam pembuatan sebuah foto yang diedit hingga menjadi suatu produk yang diharapkan, serta menganalisa hasil temuan mereka. Kemampuan tersebut diperoleh siswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam pekerjaanya/tugas-tugasnya.
Dampak instruksional dan dampak pengiring
1.Dampak Instruksional: Keterampilan proses ilmiah, Strategi penyelidikan secara kreatif.
2.Dampak Pengiring: Semangat daya cipta dan kreativitas, Kebebasan, jiwa kreatif, otonomi bekerja dan Kemampuan dan semangat kerjasama

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Teknologi Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s