Model Pembelajaran Inductive Thinking

Model pembelajaran induktif adalah sebuah pembelajaran yang bersifat langsung tapi sangat efektif untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan berpikir kritis.
Dalam kaitannya pada proses pembelajaran di satuan pendidikan dasar di Indonesia. Model berpikir induktif cenderung lebih mudah digunakan pada materi pembelajaran yang masih bersifat konseptual. Hal ini dapat dilihat pada pola dan karakteristik pembelajaran yang merupakan kategori berpikir induktif ini. Namun, tidak menutup kemungkinan aktifitas yang dikembangkan dalam proses pembelajaran akan melibatkan unsur psikomotorik dari peserta didik.Tahap-tahap model induktif meliputi empat aspek antara lain;
1.Mengidentifikasi dan penghitungan data yang relevan dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari
2.Mengelompokkan objek-objek data menjadi kategori yang anggotanya bersifat umum,
3.Menafsirkan data dan mengembangkan label untuk kategori sebelumnya (point 2) sehingga data dapat dimanipulasi secara simbolis
4.Mengubah kategori-kategori menjadi ketrampilan/hipotes
Inductive Thinking dalam pembelajaran
Model pembelajaran berfikir induktif ditujukan untuk membangun mental kognitif. Karenanya sangat sesuai untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Namun demikian, strategi ini .sangat membutuhkan banyak informasi yang harus digali oleh siswa. Kelebihan. lain dari model ini, walaupun sangat sesuai untuk “social study” tapi juga dapat digunakan untuk semua mata pelajaran, seperti sains, bahasa dan lain-lain. Satu hal lagi yang tak kalah penting,model ini juga secara tidak langsung dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.
Sebagai contoh untuk mata pelajaran PAI
Model pembelajaran dalam materi taubat adalah model berfikir induktif. Model pembelajaran berfikir induktif sebenarnya merupakan pembawaan sejak lahir dan keberadaannya sudah absah. Ia hadir sebagai suatu revolusioner, mengingat sekolah-sekolah saat ini telah memutuskan untuk mengajar dalam corak yang tidak absah dan acap merongrong kapasitas bawaan sejak lahir (Hilda Taba, 1966) dalam “Models of Teaching” (Joyce, 2009: 83).
Model pembelajaran berfikir induktif ini merupakan karya besar Hida Taba. Model pembelajaran berfikir induktif meruakan suatu strategi mengajar yang di kembangkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengolah informasi. Secara singkat model ini merupakan strategi mengajar untuk mengembangkan strategi berfikir siswa. Model ini di kembangkan atas dasar beberapa postulat sebagai berikut:
1.Kemampuan berfikir dapat di ajarkan.
2.Berfikir merupakan suatu transaksi aktif individu dengan data. Artinya setting kelas, bahan ajar merupakan sarana bagi siswa untuk mengembangkan operasi kognitif tertentu.
3.Proses berfikir merupakan suatu urutan tahapan yang berurutan. Artinya, agar dapat menguasai keterampilan berfikir tertentu, prasyarat tertentu harus di kuasai terlebih dahulu dan urutan tahapan ini tidak bisa di balik (Hamzah B. Uno, 12: 2009).
Alasan model pembelajaran dipilih adalah: Model pembelajaran induktif merupakan cara yang tepat untuk membantu siswa untuk mendapatkan sebuah informasi penting. Salah satu hal yang perlu dipahami seorang guru berkaitan dengan proses belajar siswanya adalah kompetensi kognitif, kapasitas siswa untuk berfikir abstrak dan strategi mnemonik mereka (Baharudin, 2008: 95).
Model pembelajaran tersebut boleh dikatakan sangat fokus artinya dapat membantu siswa untuk berkosentrasi pada suatu ranah tertentu yang dapat mereka kuasai tanpa menciutkan hati mereka yang justru dapat membuat mereka tidak bisa menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghasilkan gagasan. Seiring dengan permasalahan tersebut maka pemberian sebuah informasi tidak bisa di tukar-tukar atau di bolak balik melainkan secara berurutan. Dan kaitannya dengan materi taubat, seorang guru harus menjelaskan secara berurutan dimulai dengan pengertian taubat, dalil-dalil tentang taubat dan syarat-syarat taubat.
Dampak instruksional dan dampak pengiring
Model pembelajaran induktif di rancang untuk melatih siswa dalam membentuk konsep dan sekaligus mengajarkan konsep-konsep. Dan ini juga membentuk perhatian siswa untuk fokus pada logika, bahasa dan arti kata-kata dan sifat-sifat pengetahuan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Teknologi Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s