Sungai dan Peradaban

Pada umumnya, peradaban kuno didunia berkembang disekitar sungai-sungai besar. Bangsa Mesir, Irak, India, dan Cina kuno mengembangkan peradabannya dikawasan sungai besar yang melintasi kawasan tersebut. Sungai Nil di Mesir, Euphrat dan Tigris di Irak, Gangga di India, dan Sungai kuning di Cina, merupakan pusat-pusat peradaban tertua didunia.Peradaban tersebut didukung sungai yang menyuburkan aliran disekitarnya. Selain itu, masyarakat dikawasan itu memperoleh kemudahan berkomunikasi, berbagai pengalaman, dan gagasan mengenai cara menaklukkan tantangan alam. Berhasilnya pengolahan tanah memungkinkan juga lahirnya kemakmuran, struktur sosial yang lebih kompleks, dan bertambahnya jumlah penduduk.
SungaiĀ  tersebut memiliki karakter berbeda yang menyebabkan penduduknya mengembangkan cara hidup yang berbeda pula. Hal ini disebabkan adanya perbedaan keadaan geografi, musim, cuaca, serta tanaman yang diolah.
Belajar dari perbedaan karakter sungai-sungai tersebut, masyarakat kuno menggunakan cara berbeda dalam menanganinya. Di Mesir dan cina, penduduk menggunakan irigasi untuk mengalirkan air ke tanah subur dan untuk melipatgandakan hasil pertanian. Masyarakat di Mesopotamia membuat irigasi dengan mengeringkan tanah untuk dijadikan tanah pertanian. Adapun petani India kuno melindungi dirinya dari banjir sungai Indus sambil memanfaatkan kesuburan tanah dari lumpur yang dibawah oleh aliran banjir.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Dunia, Sejarah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s