Periodisasi Perkembangan Budaya Masyarakat awal di Indonesia

Tuhan menciptakan manusia dengan dibekali akal pikiran dan perasaan sehingga manusia merupakan mahluk yang derajatnya paling tinggi karena dapat berpikir dan berkarya. Dari bukti-bukti sejarah yang ada, kita dapat mengatahui bahwa manusia selalu belajar dari pegalaman. Mereka selalu menciptakan alat-alat yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk mempertahankan hidupnya, Bersadarkan hasil penelitian (Dengan Bentuan Arkeologi), terjadi peningkatan  hasi budaya serta peradaban umat manusia.
Masyarakat awal di Indonesia berbudaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Hasil kebudayaan masyarakat Indonesia Pada masa itu masih sangat rendah karena pola pikir yang masih sangat sederhana.
Pembagian Zaman prasejarah pada mulanya diajukan oleh  C.J. Thomsen tahun 1836, Dikenal dengan Three Age System (Sistem tiga Zaman). Menurut konsep tersebut, zaman prasejarah dibagi menjadi zaman batu, zama perunggu, dan zaman besi. Pada tahun 1892, J.A. Brown, mengembangkan pembagian zaman prasejarah dengan membaginya menjadi Lima zaman, yaitu zaman paleolitikum, mesolitikum, neolitikum, perungu, dan zaman besi, Teori ini didasarkan pada perkembangan tehnik pembuatan alat-alat kerja.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Dunia, Sejarah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s