Monthly Archives: Agustus 2010

Kerajaan Sunda/Pajajaran

KERAJAAN SUNDA/PAJAJARAN

a. Letak

Kerajaan Pajajaran lokasinya terletak di daerah Jawa Barat berdiri abad 9.

b. Sumber

Sumber-sumber sejarah:

Prasasti

    Prasasti Rakryan Juru Penghambat (923 M)

      Ditemukan di Bogor, memakai bahasa Jawa Kuno campuran dengan bahasa Melayu. Isi: pengembalian kekuasaan Kerajaan Pajajaran

      Prasasti Horen (dari Kerajaan Majapahit)

        Isi: tentang Kampung Horen diganggu musuh dari sebelah Barat, yaitu Kerajaan Pajajaran.

        Prasasti Citasih (1030 M)

          Dibuat oleh Maharaja Jayabhupati. Sebagai rasa terima kasih Kerajaan Pajajaran atas kemenangan melawan pasukan dari Swarnabhumi.

          Prasasti Astanagede (di Kawali, Siamis)

            Isi: pemindahan pusat pemerintahan dari Pakuan Pajajaran ke Kawali.

            Kitab-Kitab

            Kitab Carita Kidung Sundayana

              Kitab ini menceritakan kekalahan pasukan Pajajaran dalam Perang Bubat (Majapahit) dan terbunuhnya Raja Sri Baduga dengan putrinya.

              Kitab Carita Parahyangan

                Isinya tentang pengganti Raja Sri Baduga setelah gugur dalam Perang Bubat adalah Hyang Wuni Sora.

                c. Kehidupan Politik

                Raja-raja Pajajaran:

                1. Maharaja Sri Jayabhupati
                2. Rahyang Niskala Wastu Kencana
                3. Rahyang Dewa Niskala
                4. Sri Baduga Maharaja
                5. Hyang Wuni Sora/Hyang Bunisora (1357-1371)
                6. Prabu Niskala Wastu kencana (1372-1475)
                7. Tohaan (1475-1482)
                8. Sang Ratu Jayadewata (1482-1521)
                9. Raja Samian atau Prabu Surawisesa (1521-1535 M)
                10. Prabu Ratu Dewata (1535-1543 M)
                11. Sangan Ratu Saksi (1543-1551)
                12. Tohaan Di Majaya (1551-1567)
                13. Nusiya Mulya

                d. Sosial

                Di dalam kehidupan sosial Kerajaan Pajajaran, masyarakatnya digolongkan berdasarkan fungsi menjadi:

                • Kelompok berdasarkan ekonomi (juru lukis, pande mas)
                • Kelompok masyarakat yang bertugas sebagai alat negara (mantri, prajurit)
                • Kelompok rohani dan cendekiawan (memen, paraguna)

                e. Ekonomi

                Perekonomian Kerajaan Pajajaran, yaitu perdagangan laut dan perdagangan darat, pertanian dan perladangan.

                f. Budaya

                Budaya Pajajaran banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu, hal ini dapat diketahui dari:

                • Arca Wisnu dan Arca Rajarsi
                • Kitab Parahyangan dan Kitab Sanghyang Siksakanda
                • Cerita sastra SUndah kuno yang banyak bercorak Hindu

                Tinggalkan komentar

                Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

                Kerajaan Holing

                HOLING/KALINGGA

                a. Letak

                Kerajaan Holing atau Kalingga terletak di Saltiga, Jawa Tengah. Diperkirakan berdiri abad ke-7 sampai ke-9 M.

                b. Sumber

                1. Berita dari Dinasti Tang yang menyebutkan adanya Kerajaan Kalingga yang terletak di Cho-po (Jawa)
                2. Berita dari I-Tsing yang menyebutkan bahwa seorang temannya yang bernama Huining dengan pembantunya yang bernama Yunki pergi ke Holing tahun 664/665 M untuk mempelajari agama Buddha.
                3. Prasasti Tuk Mas, yang ditemukan di Desa Tuk Mas, di Lereng Gunung Merbabu

                c. Politik

                Berdasarkan berita Cina dapat diketahui bahwa Kerajaan Kalingga diperintah oleh seorang raja perempuan yang bernama Ratu Sima. Pemerintahannya sangat keras namun adil dan bijaksana sehingga pada saat pemerintahannya Kerajaan Kalingga mengalami kemajuan yang pesat.

                d. Sosial

                Pada masa Kerajaan Kalingga pembangunan sudah mulai digalakkan misalnya saja pembangunan benteng-benteng kayu dan rumah-rumah yang beratap kayu daun kelapa. Karena pemerintah ratu Sima yang adil dan bijaksana maka maryarakat Kalingga dapat tertata rapi.

                Melalui prasasti dan berita dari Cina dapat diketahui bahwa rakyat Kalingga banyak yang menganut agama Hindu dengan bukti adanya prasasti Tuk Mas yang melukiskan gambar trisula, kapak, kendi, cakra yang melambangkan agama Hindu.

                e. Ekonomi

                Masyarakat Kalingga telah mengenal hubungan dagang dan telah terbentuk pasar. Di pasar itu mereka melakukan hubungan dagang yang teratur.

                Tinggalkan komentar

                Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

                Kerajaan Tarumanegara

                KERAJAAN TARUMANEGARA

                a. Letak

                Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulauJawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Kerajaan Tarumanegara terletak di lembah Sungai Citarum, Jawa Barat. Wilayahnya meliputi Banten, Jakarta sampai perbatasan Cirebon.

                b. Sumber

                Prasasti Ciaruteun (Citarum)/Ciampea. Ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun, Bogor. Pada prasasti ini hurufnya terdiri dari empat baris     syair, juga terpahat lukisan semacam laba-laba dan sepasang telapak kaki. Empat baris syair tersebut berbunyi:

                ini bekas kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia

                Prasasti Kebon Kopi. Ditemukan di daerah perkebunan kopi, Kampung Muara Hilir, Cibungbulang, Bogor. Pada prasasti ini terdapat dua telapak kaki gajah yang disamakan dengan telapak kaki gajah Airawata, kendaraan Dewa Wisnu. Isi prasasti ini berbunyi:

                “Disini tampak sepasang telapak kaki…yang seperti Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) Agung dan dalam kejayaan”

                Prasasti Jambu/Pasir Koleangkak. Prasasti ini ditemukan di Bukit Koleangkak, perkebunan Jambu, sebelah barat Bogor.Isi prasati:

                Gagah, Mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia tiada taranya, yang memerintah di Taruma, dan yang baju zirahnya tak dapat ditembus musuh. Ini ada sepasang delapak kakinya, yang senantiasa berhasil menggempur kota-kota musuh, dihormati para pangeran, tapi menjadi duri dalam daging bagi musuh-musuhnya”.

                Prasasti Lebak/Cidanghiang. Ditemukan di Kampung Lebak, di tepi Sungai Cidanghiang, Pandeglang, Banten. Isi prasasti berbunyi:

                Inilah keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulia Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja”.

                Prasasti Tugu. Ditemukan di Tugu, Cilincing, Jakarta. Isinya adalah tentang kepribadian Purnawarman, dan juga tindakannya yaitu perintah membangun terusan bernama Sungai Candrabhaga dan Sungai Gomati.

                Prasasti Pasir Awi. Ditemukan di Pasir Awi, Bogor. Isinya memuat tapak kaki namun prasasti ini belum bisa dibaca.

                Prasasti Muara Cianten. Ditemukan di Muara Cianten, Bogor. Prasasti ini juga belum bisa dibaca.

                Arca-arca. Diantaranya adalah Arca Rajasi, yang berasal dari Jakarta, dua buah patung Wisnu dan Cibuana.

                Berita Cina. Catatan perjalanan I-Tsing (Abad 7 M), Berita dari Dinasti Tang, dan Berita dari Fa-Hien. Dari Dinasti Tang disebutkan bahwa Kerajaan Taruma beberapa kali mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 528, 535, 666, dan 669 M.

                c. Politik

                Kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain hal ini dapat dilihat dari berita Cina yang menyebutkan kerajaan Tarumanegara telah beberapa kal mengirimkan utusan ke Cina

                d. Sosial

                Raja Purnawarman pernah memerintahkan penggalian Sungai Gomati untuk mencegah banjir dan pertanian serta pemberian sedekah berupa 1.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Pembangunan terusan yang panjangnya 6122 busur (12 km) yang dikerjakan dalam waktu 21 hari.

                e. Kepercayaan

                Purnawarman menganut agama Hindu Waisnawa (agama Hindu yang memuja Dewa Wisnu sebagai dewa tertinggi).

                f. Ekonomi

                Rakyat Tarumanegara bermatapencaharian berternak, berdagan, berburu, bertani

                g. Raja-Raja Tarumangera

                1. Jayasingawarman (358-382)
                2. Dharmaya Warman (382-395)
                3. Purnawarman (395-434)
                4. Wisnuwarman (434-455)
                5. Indrawarman (455-515)
                6. Candrawarman (515-535)
                7. Suryawarman (535-561)
                8. Kertawarman (561-628)
                9. Sudhawarman (628-639)
                10. Hariwangsawarman (639-640)
                11. Nagajayawarman (640-666)
                12. Linggawarman (666-669)

                Tinggalkan komentar

                Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

                Kerajaan Kutai

                KERAJAAN KUTAI
                a. Letak

                Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai terletak di Muarakaman, tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

                b. Sumber

                • Berita cina dari Dinasti Tang (618-908 M)
                • Arca Buddha berlanggam seni arca Gandhara di Kota Bangun (Kutai)
                • Arca kehidupan seperti arca Ganesha di Serawak (Malaysia)
                • Prasasti-prasasti (Yupa). Tujuh buah prasasti yang disebut Yupa yang berbentuk tiang batu yang dipergunakan untuk mengikat hewan korban yang dipersembahkan oleh rakyar Kutai kepada para dewa yang dipujanya.prasasti ini menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Isi prasasti:silsilah raja yang mengatakan bahwa Maharaja Kudungga mempunyai seorang putra yang bernama Aswawarman yang disamakan dengan Dewa Ansuma (Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai tiga orang putra, salah satunya adalah Mulawarman.

                c. Politik

                Raja pertama Kutai adalah Kudungga, dengan masuknya agama Hindu diwilayahnya, Kudungga kemudian mengubah struktur pemerintahannya menjadi pemerintahan kerajaan dan diperintah oleh seorang raja. Setelah raja Kudungga mangkat, pemerintahan digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman. Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaan pada saat diperintah oleh Raja Mulawarman, ia adalah raja yang bijaksana, kuat, dan berkuasa. Selain itu dia juga menjalin hubungan yang baik dengan kaum Brahmana dengan bukti raja Mulawarman yang memberikan sedekah 20.000 (atau 1.000) ekor sapi kepada para Brahmana.

                d. Sosial

                Berdasarkan prasasti Yupa di Kutai telah berkembang masyarakat yang memiliki kebudayaan hasil perpaduan antara unsur budaya India dengan budaya lokal. Hal ini dapat dilihat dari golongan masyarakat yang menguasai bahasa sanskerta dan dapat menulis huruf Pallawa, yaitu golongan Brahmana. Golongan lainnya adalah golongan Ksatria yang terdiri dari kerabat Raja Mulawarman. Selain kedua golongan tersebut terdapat juga golongan lain yang pada umumnya adalah rakyat Kutai Purba yang masih memegang teguh agama asli leluhur mereka.

                e. Kepercayaan

                Agama yang dianut oleh Raja Mulawarman adalah agama Hindu Syiwa, dari salah satu prasasti Yupa yang menyebutkan tempat dalam tanah yang sangat suci yang diberi nama Waprakeswara (tempat suci untuk memuja dewa Syiwa)

                f. Ekonomi

                Mata pencaharian masyarakat Kutai adalah berternak, berdagang dan bertani.

                g. Raja-Raja Kerajaan Kutai

                • Kudungga
                • Aswawarman
                • Mulawarman

                Tinggalkan komentar

                Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

                Asa-usul Persebaran Manusia di Indonesia

                ASAL-USUL PERSEBARAN MANUSIA DI INDONESIA

                1. Teori Kehidupan di Bumi

                Menurut geologi, pembagian zaman adalah sebagai berikut:

                1. Zaman Arkaekum (2500 juta tahun)

                –  keadaan bumi belum stabil (bumi dan udara masih panas)

                –  belum ada tanda-tanda kehidupan

                2. Zaman Paleozoikum (340 juta tahun)

                –  bumi masih belum stabil

                –  sudah ada mahluk hidup bersel Satu

                –  muncul sejenis ikan, ampibi, reptile

                –  disebut zaman primer/pertama

                3. Zaman Mesozoikum (140 juta tahun)

                –   makhluk hidup mencapai bentuk yang sangat besar seperti dinosaurus, atlantosaurus serta jenis burung yang sangat besar

                –   disebut zaman reptile

                –   disebut zaman sekunder/kedua

                4. Zaman Neozoikum /Kainozoikum (60 juta tahun)

                1. Zaman Tersier (muncul jenis kera dan binatang menyusui).
                2. Zaman Kuarter (mulai muncul tanda kehidupan manusia purba)

                Zaman Kuarter terbagi menjadi 2:

                – kala Plestosin (Dilluvium): 60.000 tahun lalu disebut zaman es.

                – kala Holosin (Alluvium): 20.000 tahun lalu. Muncul Homo Sapiens.

                2. Pendapat para ahli mengenai asal usul di Kepulauan Indonesi

                1. Prof.Dr.H.Kern, dengan teori imigrasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia (Campa, Kochin China dan Kamboja).
                2. Van Heine Geldern, bangsa Indonesia berasal dari Asia
                3. Moh. Yamin, bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan.
                4. NJ. Krom, bangsa Indonesia berasal dari daerah Cina Tengah.
                5. Dr. Brandes, bangsa Indonesia memiliki persamaan dengan bangsa di daerah yang terbentang dari sebelah utara Formosa.
                6. Mayundar, bangsa Indonesia yang berbahasa Austronesia berasal dari India.
                7. Moh. Ali, bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan.

                3. Perkembangan kehidupan manusia purba di Indonesia

                Para peneliti manusia purba di Indonesia:

                1.  Eugene Dubois

                  Pada tahun 1890, menemukan Pithecanthropus erectus di dekat desa Trinil, Jawa Timur.

                  2.  Ter Haar, GHR von Koenigswald

                  Menemukan Homo Soloensis dan Meganthrpus Paleojavanicus tahun 1936-1941 di sepanjang aliran Bengawan Solo.

                  3.  Tjokrohandoyo dan Duifjes

                  Menemukan Homo Mojokertensis di desa Perning dekat Mojokerto

                  4. Teuku Jacob

                  Melakukan penelitian di desa Sangiran, Bengawan Solo. Menemukan 13 fosil

                  Jenis-jenis manusia purba di Indonesia:

                  1. Meganthropus Paleojavanicus

                  Fosil ini ditemukan di Sangiran oleh von Koenigswald tahun 1941.

                  2. Pithecanthropus erectus

                  Ditemukan oleh Eugene Dubois, di Trinil, Ngawi, Mojokerto, Sangiran, Ngandong

                  3. Pithecanthropus

                  4. Pithecanthropus Mojokertensis

                  Ditemukan di Mojokerto tahun 1936-1934 oleh von Koeniswald.

                  5. Pithecanthropus Soloensis

                  Ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo, tahun 1931-1934 oleh von Koenigswald dan Weidenreich.

                  4. Budaya Bacson-Hoabinh, Dongson, Sa Huynh dan India di Indonesia

                  a. Perkembangan budaya Bacson-Hoabinh

                  Pengaruh kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Jawa, Sulawesi, Sumatera,    Minahasa, Flores, Maluku Utara dan lain-lain

                  b. Perkembangan budaya Dongson

                  Pengaruh budaya Dongson sangat besar bagi kebudayaan perunggu di Indonesia. Persebaran pengaruh budaya Dongson (perunggu) di Indonesia antara lain: Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan lain-lain. Bukan hanya nekara perunggu tetapi juga patung-patung, peralatan rumah tangga, peralatan bertani dan perhiasan.

                  c. Perkembangan budaya Sa Huyn

                  Perkembangan budaya Sa Huyn di Indonesia melalui jalur-jalur antara lain:

                  – melalui jalur darat: Muangthai dan Malaysia terus ke Kepulauan Indonesia

                  – melalui jalur laut: dengan menyebrangi laut dan terus ke Kepulauan Indonesia

                  d. Perkembangan budaya India

                  Pengaruh kebudayaan India dapat dilihat di kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha seperti Kutai, Tarumanegara, Holing dan kerajaan yang berdiri selanjutnya

                  Tinggalkan komentar

                  Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

                  Peradaban Romawi

                  PERADABAN ROMAWI

                  1. Kadaan alam

                  –   Romawi terletak di Semenanjung Apenina (Italia)

                  –   Semenanjung Apenina terbagi menjadi 2 daratan.

                  –   Semenanjung Italia memiliki garis pantai yang panjang yaitu 2000 mil.

                  –   Kebudayaan yang berkembang adalah kebudayaan laut (sebagian besar penduduknya bermata pencaharian pedagang dan nelayan)

                  2. Perkembangan Romawi

                  –  bangsa Romawi = percampuran antara bangsa Latin dan bangsa Etruska.

                  – Bangsa Etruska mendirikan polis (Negara kota) jumlah = 17 buah (salah satunya polis Romawi)

                  – Polis Romawi pada awalnya hanya meliputi kota Roma. Menurut cerita lama, Kota Roma didirikan oleh Romus dan Romulus tahun 753 SM.

                  –  Pada awalnya pemerintahan dipegang oleh seorang raja tetapi tahun 510 terjadi pemberontakan, dan diubah menjadi republik.

                  3. Sistem pemerintahan Romawi

                  –  pemerintahan tertinggi dijalankan 2 orang konsul dengan masa jabatan 1 tahun dan didampingi oleh dewan penasehat

                  –  dalam pemerintahan ada 2 dewan perwakilan (dari kaum Patricia/bangsawan dan DPR=kaum plebecia/rakyat biasa)

                  –  ada sekelompok anggota dewan (4 orang) yang memiliki hak veto yang disebut Tribun atau Tribuni Plebis

                  –  urusan agama diserahkan kepada Pontifex Maximus (kepala urusan agama pusat).

                  –  Setelah mengalami perang saudara 4 kali, Romawi menjadi kekaisaran.

                  –  Kaisar pertama adalah Octavianus Agustus/Octavianus yang Agung (27 – 14 SM). Wilayah kekuasaannya dari Persia sampai Eropa Barat.

                  –  Kaisar-kaisar setelah Octavianus: Tiberius, Nero, Vespasianus, Hadrianus, Antonius Pius dan Kaisar Konstantinus.

                  –  Pada masa pemerintahan Constantinus (33 SM) ibukota dipindahkan dari Roma ke Byzantium.

                  – Tahun 395 SM, Kaisar Theodosius membagi kerajaan menjadi 2 yaitu Romawi Barat (Roma) dan Romawi Timur (Constantinopel/Istambul).

                  4. Hasil-hasil Kebudayaan Romawi

                  a. Seni bangunan

                  – Colloseum dan Amphitheater = suatu bangunan yang dapat menampung puluhan ribu penonton digunakan untuk pertunjungan hiburan

                  – Pantheon = rumah dewa orang-orang Romawi

                  – Viaduct dan aqueduct = saluran air

                  – Limes = rangkaian benteng.

                  b. Sistem administrasi dan pemerintahan

                  Administrasi dalam pemerintahan yang rapi, demokratis, dikendalikan oleh pemerintah pusat dan mempunyai perangkat lengkap: konsul, senat, tribun, DPR dan Pontifex Maximus.

                  c. Ilmu pengetahuan dan teknologi

                  Ahli-ahli ilmu pengetahuan antara lain: Seneca (ahli filsafat) dan Lividus (asli sejarah)

                  d. Sistem hukum

                  –   merupakan bangsa pertama yang berhasil menegakkan hukum

                  –   hukum Romawi menjadi dasar hukum di dunia

                  –   sarjana hukum yang terkenal adalah Pampinianus dan Kaisar Theodosius

                  –   Kaisar Yustinianus berhasil mengkodifikasi hukum Romawi sehingga lahirlah Corpus Iuris atau Codec Yustinianus

                  e. Seni sastra

                  –   Seni sastra berkembang pada masa Octavianus.

                  –   Hasil karya sastra: Aeneas (karya Virgilius), Metamorphose (karya Ovidius), De Bello Gallico (Julius Caesar) dan Germania (Tecitius).

                  f. Sistem kepercayaan

                  1) Kepercayaan awal Romawi adalah kepercayaan tentang roh-roh,

                  misalnya: Vesta (roh pengurus api tungku), Lares (roh penjaga rumah tangga) dan Penates (roh penjaga lumbung).

                  2) Sistem kepercayaan polytheisme = menyembah banyak dewa. Dewa-dewa bangsa Romawi:

                  –  Jupiter = Dewa tertinggi, dewa halilintar dan cahaya

                  – Juno = istri dewa Jupiter (dewi perkawinan, dan kaum wanita)

                  – Mars = dewa perang

                  – Venus = dewi kecantikan (istri dewa Mars)

                  – Mercurius = Dewa perdagangan, pengayom pedagang dan pencuri, dan pengantar roh di alam baka

                  – Minerva = dewi pelindung kebijakan, ilmu dan seni

                  –  Apollo = Dewa cahaya, keserasian, musik dan sastra.

                  – Diana = saudara kembar Apollo, dewi perburuan dan alam bebas juga dewi malam.

                  – Vulcanus = dewi api dan pandai besi.

                  – Pluto = Dewa alam baka

                  – Sol = dewa matahari

                  – Luna = dewi bulan

                  – Aesculaap = dewi penyembuhan

                  – Juventas = Dewi keremajaan abadi (istri Herakles)

                  – Aurora = Dewi fajar

                  –  Aeolos = Dewa angin

                  3) Mereka juga mempercayal:

                  • Perawan Vesta (menjaga api suci vesta dan sebagai dewi api)
                  • Orakel Cybele (tulisan sandi kuno yang dihimpun dalam 9 kitab Cybele)
                  • Pontifex Maximus (Kaisar sebagai kepala agama)

                  4) Sejak berkembangnya agama Kristen, mereka memeluk agama Kristen. Tahun 380 SM, agama Kristen dijadikan sebagai agama negara.

                  Tinggalkan komentar

                  Filed under Sejarah Dunia

                  Peradaban Yunani

                  PERADABAN YUNANI

                  1. Keadaan alam

                  Terletak diujung Benua Eropa. Berbatasan dengan: Albania, Yugoslavia, Bulgaria, dan Turki (sebelah Utara), Laut Aegea (sebelah Timur), Laut Tengah (sebelah Selatan) dan Laut Ionia (sebelah Barat). Tanah Yunani pada umumnya bergunung-gunung dan tidak subur.

                  2. Penduduk

                  Bangsa Yunani merupakan campuran darah antara pendatang dan penduduk asli.  Bangsa pendatang termasuk rumpun bangsa Indo-Jerman, dikenal dengan nama bangsa Hellas yang terdiri dari: Doria, Akhea, Aeolia, dan Ionia. Bermigrasi sejak tahun 2000 SM, yang kemudian mendirikan Negara kota (polis).

                  3. Seni bangunan

                  –  acropolis = kota tinggi.

                  –  Kuil Dewa Zeus dibukit Olymphus. Bangunannya disebut Altis, yakni sebagai tempat pemujaan Dewa Zeus.

                  –  Patung dari gading dan emas karya Phidias

                  –  Patung pelempar cakram karya Miron

                  4. Ilmu pengetahuan/teknologi

                  – menciptakan perahu layer yang ramping

                  – membuat barang-barang dari tanah liat

                  – menghasilkan karya arsitektur yang megah

                  – mengembangkan industri untuk menunjang perdagangan

                  – menghasilkan karya benda logam

                  Ahli-ahli ilmu pengetahuan:

                  1. Archimedes, Thales, dan Democritus adalah ahli dalam bidang IPA.
                  2. Herodotus dan Thucydides adalah ahli sejarah
                  3. Hipocrates adalah pelopor ilmu kedokteran.
                  4. Phytagoras adalah ahli yang terkenal dengan “dalil Phytagoras”.

                  5. Pemerintahan

                  • Polis Sparta

                  –  sistem pemerintahan didasarkan pada militer

                  –  setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan militer

                  –  pemerintahan dijalankan oleh 2 orang raja (sebagai kepala militer dan kepala agama), dibantu oleh 5 orang Ephor (dewan/menteri)

                  –  corak kehidupan Sparta digariskan oleh Lycurgus tahun 625 SM

                  • Polis Athena

                  –  tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (549 SM)

                  –  sistem pemerintahannya = demokrasi

                  –  kekuasaan tertinggi berada ditangan DPR

                  –  pemerintahan tertinggi dipegang 9 orang Archon (dewan pelaksana)

                  1. 6. Filsafat

                  Ahli-ahli filsafat Yunani:

                  a. Socrates (berpikir induktif)

                  b. Plato (karya sastra dan masalah politik)

                  c. Aristoleles (Bapak ilmu logika)

                  7. Kepercayaan

                  – Sistem kepercayaan = polytheisme

                  – Dewa-dewa dalam kepercayaan Yunani:

                  1. Zeus = Dewa tertinggi, dewa halilintar dan cahaya
                  2. Hera = Istri Zeus, dewi perkawinan dan keluarga
                  3. Poseidon = Dewa air (dewa laut) dan pembangkit gempa
                  4. Ares = Dewa perang dan medan terbuka
                  5. Athena = Dewi kebijakan, pelindung ilmu dan seni
                  6. Apollo = Dewa cahaya, keserasian, musik dan sastra
                  7. Artemis = saudara kembar Apollo, Dewi perburuan dan alam bebas dan juga Dewi malam
                  8. Hepshitos = Dewa api dan pandai besi
                  9. Aphrodite = Dewi cinta dan kecantikan (istri Dewa Ares)
                  10. Hermes = Dewa perniagaan, pengayom pedagang dan pencuri, pengantar roh di alam baka
                  11. Hades = Dewa di alam “bawah” (alam baka)
                  12. Helios = Dewa Matahari
                  13. Selene = Dewi Bulan
                  14. Asklepios = Dewa penyembuhan
                  15. Hebe = Dewi keremajaan
                  16. Hercules = putra dewa Zeus
                  17. Eos = Dewi pajar
                  18. Alios = Dewa angin

                  8. Peninggalan budaya (sastra)

                  – Karya-karya sastra yang ditulis oleh Homerus yaitu Illyas dan Odysseus (Ullysses)

                  – Naskah-naskah drama (komredi dan tragedi) seperti tulisan Aristophannes, Euripides, Aeschylus dan Sophocles

                  Tinggalkan komentar

                  Filed under Sejarah Dunia