Tujuan Pembelajaran

Guru sebagai manajer mempunyai fungsi utama yakni perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi. Dari keempat fungsi di atas dapat dijabarkan sebagai berikut:
Kali ini kita akan melihat beberapa fokus guru yang akan dilihat guru sebagai perencana dimana dalam perencanaan pembelajaran harus memiliki beberapa objek yang dilakukan agar guru tersebut dapat dikatakan berhasil :
1. Menganalisis tugas
2. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan/belajar
3. Menulis tujuan belajar

Tujuan dari pembelajaran tersebut dapat dibagi menjadi 2 bagian diantaranya adalah:
Tujuan kognitif (pengetahuan) yang diantara nya Tujuan nya adalah sebagai berikut ini :

  1. Membedakan secara kemudian menulis dengan singkat antara tiga perbedaan dari tipe dari dalai menganlisis tugas tersebut
  2. Sumber Informasi merupakan bagian pokok dalam menganalisa tugas
  3. Berikan sebuah contoh dan gambarlah sebuah diagram serta gambaran hubungan perlaku manusia dengan bagian-bagian dari tipe-tipe dalam menganalisis tugas-tugas.
  4. Gambaran bagaimanakah tiga tipe menganalisis tersebut dituliskan
  5. Dapat menuliskan dengan tepat seperangkat aturan didalam melakukan tugas yang berkaitan dengan pengetahuan.
  6. Menggunakan format yang sesuai , melakukan analisis pekerjaan dan menjelaskan tingkat pekerjaan yang sesuai untuk suatu tugas prosedural.
  7. Menggunakan format yang sesuai dan melakukan analisis keterampilan untuk pekerjaan tangan yang melibatkan alat-alat atau pekerjaan yang dapat dikerjaan sendiri dan bantuan mesin.
  8. negara dan mengakui keadaan ketika ketrampilan analisis akan sangat menguntungkan
  9. Ringkaskan menggunakan analisis tugas

Tujuan Afektif
1.Menyadari dan nilai, pentingnya analisis tugas sebelum memutuskan apakah atau tidak pelatihan diperlukan.
2.Memasukkan prinsip dalam organisasi Anda strategi profesional, sehingga menjadikarakteristik gaya manajerial

Perencanaan sudah jelas merupakan fungsi pokok seorang manajer, tanpa perencanaan suatu usaha akan mengalami kegagalan, demikian pula dengan guru, guru harus mampu merencanakan suatu proses pembelajaran seperti menentukan tujuan, menulis silabus kegiatan instruksional, menetapkan urutan topik, mengalokasikan waktu dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelajaran membutuhkan pemikiran yang kreatif dan imaginatif. Dalam hal ini guru harus mampu merencanakannya dengan matang sehingga murid mampu menerima dan menyerap materi dengan baik karena perencanaan yang matang.
Perencanaan terdiri dari 3 aspek yang akan dicapai dan harus dimiliki,  kata yaitu, pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “ kelola“, ditambah awalan “pe” dan akhiran “an”.Istilah lain dari pengelolaan kelas adalah manajemen. Manajemen adalah kata aslinya dari bahasa inggris, yaitu management. Yang berarti ketatalaksanaan, tatapimpinan, pengelolaan. Secara umum Suharsimi mengatakan bahwa manajemen atau pengelolaan adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan.
Sedangkan kelas menurut, adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru.
Perencanaan di dalai pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan bahwa perencanaan didalam pembelajaran adalah kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan  perkembangan peserta didik.
Perencanaan adalah upaya mendayagunakan potesi kelas. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Perencanaan adalah upaya mendayagunakan potensi kelas yang dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan belajar-mengajar agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Tinggalkan komentar

Filed under Teknologi Pendidikan

Pusat Sumber Belajar

Menurut Sukorini (Warsito,2008:215), pusat sumber belajar merupakan tempat di mana berbagai jenis sumber belajar dikembangkan, dikelola dan dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran. Merril dan Drob berpendapat bahwa pusat sumber belajar merupakan suatu aktivitas yang terorganisasi yang berhubungan dengan kurikulum dan pembelajaran pada suatu satuan pendidikan (Warsito, 2008:215). Dengan demikian, Pusat sumber belajar merupakan sarana untuk mengelola dan mengembangkan sumber belajar. Pusat sumber belajar sering disebut juga sebagai media center, yang diartikan sebagai lembaga yang memberikan fasilitas pendidikan, pelatihan, dan pengenalan berbagai media pembelajaran. Pusat sumber belajar dirancang untuk memberikan kemudahan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok atau guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang tersedia. Dengan demikian, kebutuhan akan sumber belajar dalam proses pembelajaran bisa terpenuhi dengan adanya pusat sumber belajar.
Pembentukan Pusat sumber belajar juga didasari oleh pentingnya sebuah lingkungan dalam mendukung proses belajar siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu faktor pendukung siswa dalam belajar adalah kondisi lingkungan yang nyaman. Dengan adanya Pusat sumber belajar, siswa bisa diorientasikan untuk melakukan proses belajar di tempat tersebut. Dengan demikian, pusat sumber belajar yang sudah disetting sedemikian rupa agar memberikan kenyamanan pada penggunanya, dapat membantu siswa dalam proses belajar. Pengembangan sistem pembelajaran menuntut peningkatan efektifitas kegiatan belajar mengajar dengan memberikan penekanan pada aktivitas siswa dimana kegiatan belajar di kelas dan pusat sumber belajar merupakan suatu rangkaian kegiatan yang terpadu. Ada beberapa contoh yang merupakan pusat sumber belajar, diantaranya yaitu perpustakaan, laboratorium, taman belajar dan yang lainnya.

1 Komentar

Filed under Teknologi Pendidikan

Daftar Walikota Bengkulu

Kota Bengkulu sekarang telah dipimpin oleh H. Kepala Daerah yang pernah memimpin Kota Bengkulu
1.Hamzah Sa’ari (Ketua Dewan Pemerintahan Kotapraja Bengkulu, 1945 – 1950)
2.K.Z. Abidin (Walikota KDH Kotapraja Bengkulu, 1950 – 1960)
3.H. Hasan Basri (Walikota KDH Kotapraja Bengkulu, 1960 – 1965)
4.M. Salim Karim (Walikota KDH Kotapraja Bengkulu, 1965 – 1970)
5.M. Zen Rani (Walikota KDH Kotapraja Bengkulu, 1970 – 1975)
6.Z. Thabri Hamzah, S.H. (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1975 – 1980)
7.Drs. Syafiudin A.R. (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1980 – 1985)
8.Drs. Sulaiman Effendi (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1985 – 1990)
9.Drs. Sulaiman Effendi (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1990 – 1995)
10.Achmad Rusli, S.H. (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1990 – Maret 1992)
11.Drs. H.A. Razie Jachya (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, Maret – Oktober 1992)
12.Drs. Chairul Amri Z. (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1992 – 1997)
13.Drs. Chairul Amri Z. (Walikotamadya KDH Tk. II Bengkulu, 1997 – 2002)
14.H.A. Chalik Effendie (Walikota Bengkulu, 2002 – 2007)
15.H. Ahmad Kanedi, S.H., M.H. (Walikota Bengkulu, 2007 – 2012)
16.Drs. H. Sumardi, M.M. (Penjabat Walikota Bengkulu, 17 November 2012 – 21 Januari 2013)
17.H. Helmi Hasan, S.E. ( Walikota Bengkulu, 2013 – Sekarang )

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bengkulu

 

Tinggalkan komentar

Filed under Sejarah Bengkulu

Sejarah Singkat Pemerintahan Bengkulu

Sejarah Pemerintahan
Berdasarkan sejarahnya, daerah Bengkulu pernah berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris, Belanda, dan Jepang (dari tahun 1685 sampai tahun 1945). Secara resmi, setelah Indonesia merdeka, Keresidenan Bengkulu dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 12 Oktober 1945.
Pada masa kolonial Belanda sampai tahun 1942, Keresidenan Bengkulu terdiri dari daerah-daerah yang saat ini merupakan bagian dari Provinsi Bengkulu ditambah dengan daerah-daerah Krui, Tanjung Sakti, dan Muara Sindang. Akan tetapi, pada masa pendudukan Jepang dan pada masa Revolusi fisik, daerah-daerah Krui, Tanjung Sakti, dan Muara Sindang tersebut dimasukkan kedalam Keresidenan Palembang dan Lampung. Perkembangan administrasi di bengkulu secara ringkas adalah sebagai berikut,
1. Tahun 1878-1945, daerah Bengkulu merupakan daerah administrasi Keresidenan.
2. Tahun 1945-1947, daerah Bengkulu merupakan daerah administrasi dengan hak mengatur rumahtangga sendiri dan pada waktu itu terdapat pula sistem K.N.I. Keresidenan.
3. Tahun 1947-1950, daerah Bengkulu merupakan daerah administrasi dengan hak mengatur rumahtangga sendiri dan pada waktu itu K.N.I. Keresidenan menjadi DPR Keresidenan.
4. Tahun 1950-1968, daerah Bengkulu merupakan daerah administrasi lagi, sedangkan DPR Keresidenan dibubarkan.
5. Tahun 1968- … , daerah Bengkulu menjadi provinsi otonom yang berdiri sendiri dan dikepalai oleh seorang Gubernur
Provinsi Bengkulu terbentuk berdasarkan UU No. 9 tahun 1967 yang direalisasikan dengan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1968. Perjalanan sejarah Bengkulu menjadi sebuah provinsi yang otonom dapat dibagi menjadi tujuh periode. Periode I, sebelum tahun 1685, di bawah pengaruh atau mengadakan kontak dagang dengan Kesultanan Banten. Periode II, tahun 1685-1824, di bawah kekuasaan pemerintahan Inggris sebagai daerah jajahan. Periode III, tahun 1824-1942, di bawah kekuasaan Pemerintah Kolonial Belanda sebagai daerah jajahan. Periode IV, tahun 1942-1945, di bawah kekuasaan Jepang. Periode V, tahun 1945-1946, menjadi bagian dari Provinsi Sumatera. Periode VI, tahun 1946-1968, menjadi bagian wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Periode VII, melepaskan diri dari Provinsi Sumatera Selatan dan menjadi Provinsi Bengkulu.
Wilayah Provinsi Bengkulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 9 tahun 1967 tersebut meliputi wilayah bekas Keresidenan Bengkulu dengan luas wilayahnya 19.813 km2, terdiri dari empat Daerah Tingkat II, yaitu Kotamadya Bengkulu yang terdiri dari dua kecamatan, Kabupaten Bengkulu Utara (ibukota Argamakmur) yang terdiri dari 13 kecamatan, Kabupaten Bengkulu Selatan (ibukota Manna) yang terdiri dari 11 kecamatan, dan Kabupaten Rejang Lebong (ibukota Curup) yang terdiri dari 10 kecamatan. Wilayah kecamatan yang dipimpin oleh seorang camat dibagi lagi ke dalam marga dipimpin oleh seorang pasirah dan pasar yang dipimpin oleh datuk.
Gubernur/Kepala Daerah sebagai kepala pemerintahan yang pernah memimpin propinsi Bengkulu :
1. Ali Amin (1968 – 1974)
2. Abdul Chalik (1974 – 1979)
3. Suprapto (1979 – 1989)
4. H.A Razie Yahya (1989 – 1994)
5. Adjis Achmad (1994 – 1999)
6. A. Djalal Bachtiar (1999)
7. Hasan Zen (1999 – 2004)
8. Seman Widjojo (2004 – 2005)
9. Agusrin M Najamuddin (29 Nopember 2005 – 2011)
10. H. Junaidi Hamsyah (2012 – 2015)
Sumber : http://go.bengkuluprov.go.id

Tinggalkan komentar

Filed under Sejarah Bengkulu

Sejarah SMAN 3 Kota Bengkulu

DSC01066Sekolah ini lahir pada tanggal 1 Juni 1982, dengan nama SMA Pagar Dewa (Pagde) beralamat di jalan RE. Martadinata No. 41, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
Daftar Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Bengkulu:

  1. Istigno, BA (1982-1988)
  2. Drs. Tarmizi Usuludin (1988-1995)
  3. Drs. Rusdi Ahmad (1995-1998)
  4. Drs. Samsurizal (2001-2003)
  5. Yunirhan, S.Pd (2003-2004)
  6. Dra.Dharmawati (2004-2007)
  7. Dra. Hj. Suarni (2007-2010)
  8. Drs. Minsurahmada (2010-2012)
  9. Bihanudin, S.Pd, M.Pd (2012-2013)
  10. Sarjono, S.Pd (2013-2014)
  11. Abdal Khairi, S.Pd (2014-2015)
  12. Widiyono, S.Pd (2015-Sekarang)

SMA Negeri 3 Kota Bengkulu menjadi pilot project KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang berkembang menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Saat ini. SMA Negeri 3 Kota Bengkulu kembali mendapat kepercayaan dari Direktorat Pembinaan SMA untuk merintis Sekolah Kategori Mandiri (SKM) dan menjadi sekolah Model-PSB (Pusat SUmber Belajar). Sekarang mulai tahun 2014 SMA negeri 3 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 (atau lebih dikenal dengan K13).

Visi SMA Negeri 3 Kota Bengkulu: Beriman, Berilmu, Berprestasi, Berbudaya dan Peduli Lingkungan.

SMA Negeri 3 Kota Bengkulu memiliki segudang prestasi yang membanggakan. Di bidang olahraga berbagai kejuaraan yang diikuti berhasil dimenangkan oleh siswa siswi terbaik sekolah ini. Lomba Karya Tulis ilmiah diberbagai bidang ilmu juga telah mengharumkan nama sekolah ini sampai ke tingkat Nasional.

Tinggalkan komentar

Filed under SMAN 3 Kota Bengkulu

Program Adiwiyata

ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan.

Tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Prinsip‐prinsip Dasar Program Adiwiyata Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini;

  1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
  2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif

Komponen Adiwiyata : Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;

  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan

Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata:

  1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
  2. Meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya & energi.
  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
  4. Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.

Sumber: http://www.menlh.go.id/informasi-mengenai-adiwiyata/

Tinggalkan komentar

Filed under SMAN 3 Kota Bengkulu

Anubis: Dewa Penjaga dan Pelindung Roh

Anubis (Inpew, Yinepu, Anpu) adalah dewa Mesir kuno dari alam bawah yang bertugas membimbing dan melindungi roh orang mati. Dia dikenal sebagai ‘Lord of the Land Hallowed‘ – necropolis – dan Khenty Amentiu. (Khenty Amentiu adalah nama dewa anjing sebelumnya yang digantikan oleh Anubis) Penyembahan Anubis adalah salah satu kepercayaan kuno yang mungkin, bahkan lebih tua dari penyembahan Osiris. Dalam teks-teks piramida Unas, perannya sudah sangat jelas – ia dikaitkan dengan Eye of Horus dan dia sudah berpikir untuk menjadi pemandu bagi orang mati di akhirat, menunjukkan jalan kepada mereka cara untuk bertemu dengan Dewa Osiris. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Materi Sejarah SMA, Misteri, Legenda dan Mitos Dunia, Sejarah Dunia