Perkembangan Penulisan Sejarah di Indonesia

Penulisan sejarah tradisional
Merupakan penulisan sejarah dari zaman Hindu sampai masuk dan berkembangnya Islam. Ciri-ciri penulisan sejarah tradisional antara lain, sebagai berikut:
1) Penulisan bersifat istana sentris, yaitu berpusat pada keinginan dan kepentigan raja.
2) Bersifat religio magis, yaitu di hubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal gaib.
3) Bersifat religio sentris (kedaerahan)
4) Raja atau pemimpin dianggap menyukai kekuatan gaib dan charisma (bertuah,sakti)Penulisan sejarah kolonial       
Merupakan penulisan sejarah yang membahas masalah penjajahan. Penulisan sejarah ini pada saat Indonesia berada di bawah pemerintahan kolonial sehingga penulisan sejarah digunakan untuk kepentingan penjajah.
Ciri-ciri penulisan sejarah kolonial antara lain:
1) bersifat Eropa sentries atau Belanda sentries,
2) orang Indonesia hanya dijadikan objek sejarah,
3) tokoh-tokoh sejarah merupakan orang-orang Belanda, dan
4) permasalahan yang di bahas adalah aktivitas bangsa Belanda serta pemerintahan kolonial
Penulisan sejarah nasional
Merupakan penulisan sejarah yang mengungkapkan kehidupan bangsa dan rakyat Indonesia dalam segala aktivitasnya, baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya dari sudut pandang bangsa Indonesia.
Ciri-ciri penulisan sejarah nasional antara lain:
1) bersifat Indonesia sentries,
2) sesuai dengan cara pandang bangsa Indonesia,
3) mengandung character and nation-bulding (pembangunan karakter bangsa), dan
4) disusun oleh orang-ornag atau penulis-penulis Indonesia sendiri.

About these ads

Komentar Dimatikan

Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

Komentar ditutup.