Kronologi dan Kronik Sejarah

Kronologi Sejarah
Kronologi sejarah merupakan urutan peristiwa sejarah yang terjadi berdasarkan urutan waktu. Peristiwa sejarah akan selalu berlangsung sesuai dengan urutan waktu sehingga peris¬tiwa-peristiwa sejarah tidak terjadi secara melompat-lompat urutan waktunya (anakronis). Oleh karena itulah, dalam mempelajari sejarah, agar kita mendapatkan pemahaman yang baik harus memperhatikan urutan-urutan kejadiannya atau kronologinya. Berikut manfaat kronologi.:

  1. Dapat membantu menghindarkan terjadinya kerancuan dalam pembabakan waktu se¬jarah.
  2. Dapat merekonstruksi peristiwa sejarah di masa lalu berdasarkan urutan waktu dengan tepat.
  3. Dapat menghubungkan dan membandingkan kejadian sejarah di tempat lain dalam waktu yang sama.

Kronik
Kronik merupakan suatu kumpulan tulisan tentang perjalanan seorang musafir atau seorang pujangga dan juga seorang Pendeta. Kata kronik dapat ditemukan dalam sejarah dinasti-dinasti dari kerajan Cina. Kronik dalam kerajaan Cina berupa sejenis kumpulan tulisan-tulisan dari dinasti yang berkuasa di Cina, seperti kronikdinasti Chou, Chin, Tang, Ming dan dinasti lainya. Musafir atau pujangga akan menu lis seluruh peristiwa atau kejadian maupun hal-hal yang baru ditemukan ketika melakukan perjalanannya. Kronik dapat dijadikan sebagai sumber sejarah dari suatu bangsa atau negara yang pernah dilalui oleh para musafir, pujangga atau pendeta. Para musafir, pujangga maupun pendeta mencatat segala peristiwa yang pernah dilihat atau , dialaminya pada daerah yang pernah dilalui dan disinggahinya. Di manapun mereka singgah, maka daerah dan kehidupan masyarakatnya menjadi titik tolak penulisannya.
Menetapnya musafir, pujangga maupun pendeta pada suatu daerah mempunvai tujuan yang berbeda-beda. Para pujangga atau musafir menetap pada suatu daerah agar dapat menuang¬kan keindahan alam dan keramahan penduduknya dalam tulisannya. Sedangkan para pendeta menetap pada suatu daerah disebabkan oleh faktor keinginan mengembangkan agama yang dianutnya atau ingin menyelidiki lebih jauh atau memperdalam ajaran agama yang dianutnya.
Sebagai contoh Hui-Ning (murid I-Tsing) bersama pembantunya yang bernama Yun-Ki datang ke kerajaan Holing dalam rangka memperdalam ajaran agama Budha. Dalam tulisan¬nya, Hui-Ning menyatakan bahwa masyarakat kerajaan Holing hidup aman dan tenteram. Hal ini disebabkan oleh Ratu Sima yang secara bijaksana memerintah kerajaan pada masa itu. Hui-Ning juga menulis bahwa di kerajaan Holing terdapat seorang guru besar agama Budha yang bernarna Jnanabhadra. Bahkan Hui-Ning mendapat banyak pengetahuan tentang ajaran agama Budha dari Jnanabhadra.
Selain itu, juga terdapat banyak kronik-kronik dinasti Cina yang menuliskan tentang ke¬beradaan kerajaan-kerajaan dan kehidupan masyarakat Indonesia, baik dari segi politik, eko¬nomi, sosial, budaya dan kepercayaan terhadap agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Kronik-kronik dinasti yang pernah berkuasa di Cina dapat menjadi salah satu bukti tentang keberadaan masyarakat maupun Bangsa Indonesia pada masa lampau.

About these ads

Komentar Dimatikan

Filed under Materi Sejarah SMA, Sejarah Indonesia

Komentar ditutup.