Guna Sejarah

Sejarah sebagai ilmu tidak ada gunanya jika tidak bermanfaat bagi manusia. Kegunaan sejarah secara sempit dapat dirasakan dalam bidang pengajaran. Sejak taman kanak-kanak sampai sekolah lanjutan, bahkan sekolah tinggi, para siswa diberi pelajaran sejarah. Pada setiap tingkat pendidikan, pengaja¬rannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Di tingkat pendidikan dasar cenderung bersifat sebagai hafalan, di sekolah lanjutan pada sifat pengertian, sedangkan di pendidikan tinggi ditekankan pada sifat kritik dan analisis. Kesadarah sejarah dapat dialami secara perseorangan.
Diluar pengajaran, sejarah mempunyai kegunaan yang luas dan mendalam. Beberapa ke¬gunaan sejarah antara lain sebagai berikut.
Guna edukatif
Memelajari sejarah berarti belaiar dari pengalaman  yang pernah dilakukan baik pada masa sekarang atau masyarakat sebelumnya. Keberhasilan di masa lampau dapat memberi pengalaman pada masa sekarang, sebaliknya kesalahan masyarakat di masa lampau akan menjadi pelajaran berharga yang harus diwaspadai di masa kini.
Guna inspiratif
Sejarah memberikan ilham atau inspirasi kepada kita, tindakan-tindakan kepahlawanan dan peristiwa-peristiwa gemilang pada masa lalu dapat mengilhami kita semua pada taraf perjuangan yang sekarang. peristiwa-peristiwa besar mengilhami kita agar mencetuskan peristiwa yang besar pula.
Berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. Belajar dari kebangkitan nasional yang dipelopori oleh berdirinya, Budi Utomo sebagai organisasi perjuangan yang modern, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengem¬bangkan kebangkitan nasional kedua. pada kebangkitan nasional pertama, Bangsa Indo¬nesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dicapainya.
Untuk mengembangkan dan mempertahankan kemerdekaan, Bangsa Indonesia ingin melakukan kebangkitan nasional kedua dengan bercita-cita mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain. Bangsa Indonesia tidak hanya ingin merdeka, tetapi ingin pula menjadi bangsa yang maju dan mampu menyejahterakan rakyatnya. Untuk itu, Bangsa Indonesia sekarang harus giat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui iptek yang dikua¬sainya, Bangsa Indonesia berpeluang menjadi bangsa yang maju dan disegani, serta dapat ikut menjaga ketertiban dunia.
Dalam kebangkitan umat, pars pemimpin Islam juga dapat menjadikan peristiwa mesa lampau sebagai inspirasi. Dalam masa sekarang umat Islam diajak untuk dapat kembali bangkit sebagai pemenang dalam mengarungi kehidupan dunia. Berbagai usaha untuk meningkatkan sumber days manusia dilakukan di mana-mana, seperti pengembangan lembaga pendidikan di berbagai pesantren dan mendirikan beberapa lembaga keuangan yang tidak diharamkan oleh agama. Kejayaan Islam pada masa lampau, terutama sebelum bangsa Eropa mengalami Renaissance, diusahakan untuk membangkitkan kepercayaan diri sebagian umat yang masih terkagum-kagum dengan bangsa maju nonmuslim. Umat Islam dapat menjadi bangsa yang maju itu pernah dibuktikan dalam sejarah.
Guna rekreatif
Guna rekreatif di sini merujuk pada nilai estetik dari sejarah, terutama sejarah yang berkaitan dengan cerita-cerita indah tentang peristiwa sejarah ataupun tokoh. Sejarah memberikan kesenangan estetis, karena bentuk dan susunannya yang serasi dan indah. Dengan membaca sejarah seseorang dapat terpesona oleh sebuah cerita yang bagus. Dengan sendirinya kegunaan yang bersifat rekreatif ini barn dapat dirasakan jika sejarawan berhasil mengangkat aspek seni dari cerita sejarah yang disajikan.
Guna instruktif
Guna instruktif sejarah berkaitan dengan fungsi sejarah dalam menunjang bidang-bidang teknologi (sejarah teknologi). Dalam hal ini studi atau hasil penelitian sejarah menyangkut penemuan-penemuan teknik sepanjang sejarah kehidupan manusia, di mana masing-masing penemuan tersebut diperlukan bagi usaha menjelaskan prinsip-prinsip kerja teknik-teknik tertentu dalam masa setelahnya. Dikaitkan dengan bidang hukum misalnya, salah satu acuan dalam penentuan hukum atas suatu masalah di antaranya banyak yang didasarkan pada kebiasaan masa lalu. Artinya, penyelesaian atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu dipakai sebagai rujukan hakim dalam memutuskan suatu perkara. Ini umumnya dipakai dalam menyelesaikan sengketa internasional.
Memperkokoh rasa kebangsaan (nasionalisme)
Suatu bangsa terdiri atas banyak kelompok sosial yang memiliki perbedaan. Terben¬tuknya suatu bangsa disebabkan adanya kesamaan sejarah besar di mesa lampau dan adanya kesamaan keinginan untuk membuat sejarah besar bersama di masa yang akan datang. sebagai contoh, Bangsa Indonesia sejak zaman prasejarah telah memiliki kesamaan sejarah dan zaman keemasan pada zaman Sriwijaya, Mataram Hindu-Buddha, dan Majapahit. Setelah itu Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan selama ratusan tahun. Perjalanan sejarah Bangsa Indonesia tersebut menjadi ingatan kolektif yang dapat menimbulkan rasa solidaritas dan mempertebal semangat kebangsaan.
Memberikan kesadaran waktu
Kesadaran waktu yang dimaksud  adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertum¬buhan dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu. Kesadaran itu dikenal juga sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang peristiwa ¬peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam ke masa kini dan berlanjut ke masa depan. Dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa berupaya mengukir sejarah kehidupannya dengan sebaik-baiknya.
Memberikan ketegasan identitas nasional dan kepribadian suatu bangsa
Kepribadian seseorang atau suatu bangsa sangat unik/khas, karena setiap bangsa memiliki pengalaman sejarah yang berbeda-beda, sehingga kepribadian suatu bangsa juga berbeda. Menurut pendapat David Gordon, memelajari sejarah akan lebih memperjelas identitas nasional atau kepribadian suatu bangsa, karena sejarah merupakan pengalaman kolektif suatu bangsa.

About these ads