TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRAAKSARA DAN MASA AKSARA

Pengalaman masa lalu tidak hanya penting bagi manusia modern. Manusia yang belum mengenal tulisan juga merasakan penting nya masa lalu. Bagi mereka, peristiwa masa lalu berfungsi sebagai pengetahuan dan pedoman hidup. Jejak sejarah masyarakat pra sejarah di temukan dalam mitologi, legenda, folklore , upacara dan lagu dari berbagai daerah di Indonesia. Masa prasejarah berakhir dengan di temukannya tulisan, penemuan ini mengawali teradisi sejarah masyarakat yang mengenal tulisan.
Bagaimana masyarakat yang belum mengenal tulisan mewariskan masa lalunya? Hal apa saja yang dapat membantu menemukan jejak-jejak sejarah pada masa lampau? Bagaimana perkembangan sejarah  Indonesia, perkembangan rekaman tertulis, serta perkembangan penulisan sejarah di Indonesia setelah masa aksara? Untuk mengetahui hal tersebut mari pelajari materi berikut ini!
A.tradisi masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara
Cara masyarakat mewariskan masa lalu nya sebelum mengenal tulisan.
Pentingnya masa lalu atau sejarah tidak hanya mengacu pada kehidupan berbangsa sajamelaikan pada masing masing atau kelompok. Suku bangsa juga tidak boleh meninggalkanmasa lalunya baik masa lalu yang kurang menyenangkan maupun yang mengembirakan. Menurut ilmu psikologi, masa lalu tidak boleh di lupakan ,melainkan di olah, di evaluasi yang hasilnya berupa rekonsilasi atau perdamaian dalam hidup sebagai kelompok.
Secara khusus ada dua aspek utama dari peninggalan masa lalu yang tidak boleh di lupakan. Pertama, peninggalan masa lalu yang bersifat material, misalnya benda benda kebudayaan, kedua. Kedua peninggalan masa lalu yang bersifat nonmaterial, misalnya pandangan atau falsapah hidup,cita cita,nilai norma dan lain lain. Kedua aspek ini tidak bisa di lupakan. benda benda material yang diucapkan merupakan cerminan atau pantulan konkret dari pandangan etos atau cita cita hidup suatu bangsa. Dengan kata lain,apa yang dihasilkan merupakan wujud dari apa yang di pikirkan . Pewarisan kebudayaan dari  generasi ke generasi di sebut sosialisasi.
Terdapat beberapa cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat pra sejarah, yaitu:
Melalui keluarga.
Keluarga memiliki paranan penting dalam dalam proses pewarisan budaya masa lalu karena kesempatan berinteraksi dalam kelurga lebih besar sehingga memudahkan orang tua memnanamkan ide ide dan menyamaikan imformasi mengenai tata cara bertingkah laku  serta adat istiadat serta kebiasaan kelurga yang benar pada anak. Berikut cara sosialisasi dalam kelurga pada masyarakat  sebelum mengenal tulisan.
Adat istiadat.
Dalam sosialisasi, adat istiadat dalam keluarga dapat melalui dua cara, yaitu sacara langsung dan secara tidalk langsung. Secara langsung misalnya, dengan mengajarkan secara lisan tentang tradisi, adat istiadat, atau kebiasaan yang berlaku dalam sebuah keluarga. secara tidak langsung misalnya, dengan memberikan contoh perilaku.
Cerita dongeng.
Cerita dongeng merupukan salah satu cara mewarisi masa lalu.pada ceruita dongeng di sisipkan pesan pesan mengenai sesuatu yang di anggap baik untuk di lakukan maupun mengenai sesuatu yang di pandang tidak baik dantidak boleh di lakukan.
Melalui masyarakat
Melalui masyarakat adalah sekelompok orang  yang memiliki kesamaan budaya, wilayah,identitas dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial yang terstruktur. Berikut cara masyarakat dalam  mewariskan masa lalunya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Adat istiadat.
Masyarakat memiliki masing masing  adat istiadat yang beragam antara masyrakat yang satu dengan masyarkat yang lainnya . Adat istiadat harus di patuhi oleh seluruh anggotanya . penyimpangan akan membuat seseorang di sisihkan dari lingkungan masyarakat.
Petunjuk hiburan
Pertunjukan yang di lakukan mayarkat Indonesia sebelum masuknya pengaruh hindu budha adalah pertunjukan wayang. Pertunjukan wayang mengandung cerita yang berisi petuah yang bermampaat dapat menjadi salah satu wadah mengingatkan manusia atau masyarkat pada masa lalunya.
Melestarikan para leluhur.
Nasihat para leluhur dilestarikan dengan cara menjaga nasehat tersebut melalui ingatan kolektif anggota masyarakat dan kemudian di sampaikan secara lisan dan turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
Memberdayakan peranan orang yang di tuakan (pemimpin kelompokyang memiliki kemapuanlebih dalam menaklukkan alam)dalam masyarakat.
Membuat suatu peringatan kepada semua anggota kelompokmasyarakat.
Peringatan pada semua anggota kelompok masyarakat dapat berupa lukisan atau perkakas sebagai alat bantu hidup serta bagnunan tugu atau makam. Semua dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya hanya dengan melihatnya.
Kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan masyarakat pada zaman sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha berbentuk animisme, dinamisme, dan pemujaan terhadap roh nenek moyang atau roh leluhur.

About these ads

Komentar Dimatikan

Filed under Materi Sejarah SMA

Komentar ditutup.