Bentuk-Bentuk Penelitian Sejarah

Penelitian lapangan
Dalam melakukan penelitian lapangan,seorang sejarawan dating ke tempat terjadinya peristiwa sejarah atau tempat ditemukannya peninggalan-peninggalan sejarah (situs).Bila peninggalan-peninggalan tersebut telah ditempat museum,maka penelitian dilakukan dimuseum.Apabila benda-benda peninggalan itu masih terpendam dalam tanah,maka sejarawan harus melakukan penggalian atau ekskavasi.Jika seorang sejarawan memerlukan keterangan langsung dari pelaku atau saksi sejarah yang masih hidup sebagai saksi lisan,maka bias dilakukan melalui metode wawancara (interview).
Penelitian kepustakaan
Penelitian kepustakaan disebut juga dengan penelitian documenter.Dalam melakukan penelitian documenter,seorang peneliti memfokuskan perhatiannya untuk memperoleh data-data tertulis yang disimpan dimuseum atau perpustakaan.Untuk mendapatkan informasi yang benar dan akurat,peneliti dapat melakukan studi komperatif,yaitu membandingkan sumber yang satu dengan sumber yang lainnya yang berkenaan dengan satu hal.

Pengertian Sejarah

Pengertian Ilmu Sejarah
Membahas tentang sejaran, pandangan kita tidak pernah lepas dari masa lampau. Sejarah bukanlah sesuatu yang asing bagi kita. Masih banyak di antara kita yang belum mengetahui apa sebenarnya sejarah itu.
Pengetahuan sejarah menjadi sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak mengenal sejarah.
Sejarah telah menjadi suatu pengetahuan yang penting dalam kehidupan suatu bangsa atau negara. Berikut beberapa pendapat tentang arti sejarah .
Sejarah di artikan dengan silsilah, keturunan (daftar asal usul). Arti ini di ambil dari kata syajaroh yang berarti pohon. Pohon memiliki ranting, dan seterusnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh W.J.S Poerwadarminta sejarah di artikan :
1.Silsilah, asal usul (keturunan)
2.Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau.
3.Riwayat
4.Tambo
Pengetahuan atau uraian mengenai peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau.
Menurut Herodutus
Sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkar yang tinggi rendahnya di akibatkan oleh keadaan manusia
Menurut Ibnu khaldun
Dalam bukunya Mukadimah, ia mendefinisikan sejarah, yaitu catatang tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
Menurut Ruslan Abdul Gani
Sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan manusia dan mayarakat di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya kemudian di nilai secara keritis seluruh hasil penelitiannya guna di jadikan pedoman bagi penilaian keadaan sekarang dan di masa depan .
Menurut M. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atau hasil penyelidikan berbagai peristiwa yang dapat di buktikan dengan kenyataan.
Menurut J.V Bryce
Menurut J.V Bryce dalam buku the study of America History menyatakan bahwa sejarah dalam catatan tentang apa yang telah di pikirkan, dikatakan, di perbuat manusia.
Menurut Patrick Gardimer
Patrick Gardimer menyatakan bahwa sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah di perbuat oleh manusia.
Menurut R. Moh . Ali
a. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
b. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa-peristiwa di masa lampau dan
c. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan perisriwa-peristiwa di masa lampau.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa sejarah adalah kisah yang terjadi pada masa lalu dan ada hubungannya dengan manusia.
Berdasarkan beberapa pengrtian dari pada ahli sejarah di sebut dapat di simpulkan bahwa secara umum pengertian sejarah yaitu :
Peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
Cerita atau kisah atau catatang tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau yang tersusun berdasarkan peninggalan atau sumber sejarah.
Ilmu yang mempelajari peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Perkembangan Rekaman Tertulis

Sejak masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha (India) di Indonesia, masyarakat Indonesia mulai mengenal tulisan. Tulisan-tulisan tersebut dapat dibaca dan sampai kepada generasi penerus. Tulisan yang ditinggalkan itu dipandang sebagai suatu rekaman tertulis tentang peristiwa yang terjadi pada mesa lampau. Berikut rekaman tertulis yang dimaksud,
Prasasti
Prasasti merupakan salah satu rekaman tertulis tentang masa lampau yang sudah menjadi kebiasaan para penguasa untuk mengingat dan mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh raja atau penguasa. Prasasti adalah peninggalan tertulis yang dipahatkan dan dilukiskan pada bahan yang tidak mudah musnah, seperti batu, logam, dan gading. Pada umumnya, prasasti menuliskan suatu peristiwa yang cukup penting pada masa lampau. Prasasti umumnya dibuat atas perintah raja yang berkuasa.
Tujuan pembuatan prasasti adalah untuk mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh seorang raja atau sebuah kerajaan. Pada abad ke-4 sampai dengan ke-8, prasasti di Nusantara mengguankan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta, prasati-prasasti tersebut biasa ditulis dalam bentuk syair dengan menggunakan kaidah-kaidah dari India.
Berikut contoh prasasti pada awal perkembangan kebudayaan Hindu-Budha.
Prasasti Kutai di Kalimantan Timur
Prasasti berupa tujuh buah yupa (tugu batu) yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M, berhuruf Pallawa, dan berbahasa Sansekerta. Isinya, peringatan upacara kurban agama Hindu yang diperintah oleh Raja Mulawarman, Putra Aswawarman, dan cucu Kudungga.
Prasasti Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat
Prasasti Kerajaan Tarumanegara. di Jawa Barat berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Contoh: prasasti Ciaruteun (pahatan telapak kaki dan tulisan), prasasti Kebon Kopi (pahatan telapak kaki gajah dan tulisan), prasasti Jambu (pujian terhadap Purnawarman), prasasti Pasir Awi (memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman) prasasti Tugu (berita tentang penggalian saluran Sungai Gomati), prasasti Muara Cianten, dan prasasti Cidang Hiang.
Prasasti Kerajaan Sriwijaya
Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Contohnya: prasasti Keduclukan Bukit (Dapunta Hyang menaklukkan beberapa daerah), prasasti Talang Tuo (perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk), prasasti Telaga Batu (berisi kutukan kepada siapa saja yang tidak setia pada raja), prasasti Kota Kapur (berisi permohonan kepada dews untuk menjaga Sriwijaya dan menghukum para penghianat Sriwijaya).
Prasasti Kerajaan Mataram Kuno
Prasasti Canggal (654 Saka/732 M), menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Prasasti Canggal berisi mengenai pendirian sebuah lingga atas perintah Raja Sanjaya di atas bukit Kunjarakunja. Prasasti Matyasih (prasasti Kedu) (829 Saka/907 M), berisi tentang raja-raja yang memerintah sebelurn Dyah-Batitung. prasasti Ritihang, berbahasa Jawa Kuno ditulis dengan huruf Pallawa berangka tahun 863 Saka/ 914 M.
Prasasti Kerajaan Syailendra
Prasasti Kalasan, berangka tahun 700 Saka (778 M), berbahasa Sanskerta, dan ditulis dengan huruf  Pra-Nagari. Prasasti Klurak (dekat Prambanan), berangka tahun 704 Saka (782 M), ditulis dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pra-Nagari. Berisi mengenai pembuatan area Manjusri.
Dokumen
Dokumen merupakan surat berharga yang bertulis  atau dicetak sehingga dapat dipakai untuk sebuah bukti atau keterangan. Dokumen-dokumen tersebut harus didokumentasikan. Dokumentasi adalah pengumpulan, pemilihan pengolahan, dan penyimpanan infoermasi dari berbagai bidang, dapat berupa pengumpulan bukti-bukti atau keterangan seperti gambar, kutipan, guntingan koran, bahan referensi, dan lain sebagainya. Dokumen merupakan suatu yang snagat berharga, baik bagi pemakainya maupun pembuatnya.
Kitab
Kitab merupakan sebuah kasastra para pujangga pads masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengungkap suatu peristiwa di masa lampau. Para pujangga  umunya menulis atas perintah raja. Itulah sebabnya, isi tulisan banyak menulis keagungan dan kebesaran raja yang bersangkutan.

Kitab-Kitab Masa Kediri, Majapahit dan Islam

PADA ZAMAN KEDIRI
Arjunawiwaha
Arjunawiwaha merupakan karya Mpu Kanwa pada tahun 1030 M pada masa: pemerintahan Airlangga. isinya  meriwayatkan Arjuna yang bertapa untuk mendapatkan senjata guna keperluan perang melawan Kurawa.
Kresnayana
Kresnayana merupakan karya Mpu Triguna. Memuat  riwayat Kresna semasa kecil. Cerita yang mirip dengan Kresnayana  adalah cerita  dalam  kitab Hariwangsa karya Mpu Panuluh, yang digubah pada zaman Raja Jayabaya, dan berisi kisah perkawinan Kresna dengan Dewi Rukhimi.
Smaradahana
Smaradahana merupakan karya Mpu Dharmaja .pada masa Sri Kameswara Mengisahkan hilangnya suami istri Dewa Kama dan Dewi Ratih karena api yang sejarah keluar dari mata ketiga Dewa Syiwa.
Baratayudha
Baratayudha merupakan karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Isinya tentang peperangan 18 hari antara keluarga Pandawa dan Kurawa.
Gatotkacasraya
Gatotkacasraya merupakan karangan Mpu Panuluh, menvceritakan  perkawinan Abimayu, putra Arjuna, dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca, Putra Bima. Gatotokacasraya ditulis pada zaman Raja Jayabaya.
PADA ZAMAN MAJAPAHIT
Nagarakretagama
Nagarakretagama ditulis pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk oleh Prapanca.  Berisi tentang kerajaan Singasari dari masa pemerintahan Ken Arok raja pertama Singosari hingga Hayam Wuruk.
Sutasoma
Sutasoma merupakan karangan Mpu Tantular, menceritakan Sutasoma, putra raja yang kemudian mendalami agama Budha. Dalam kitab ini, terdapat kalima, “Bhinneka tunggal ika, tan hana dharma mangrwa. “Bhinneka tunggal ika inilah -yang kemudian menjadi semboyan persatuan kita.
Arjunawijaya
Arjunawijaya merupakan karangan Mpu    Kitab ini mengisahkan Raja Arjuna Sasrabahu dan Patih Sumantri melawan Raksasa Rahwana.
Kutaramanawa
Kutaramanawa ditulis oleh Gajah Mada, disusun berdasarkan kitab hukum Kutarasastra dan kitab hukum Munawasastra kemudian disesuaikan dengan hukun adat pada waktu itu.
PADA ZAMAN MAJAPAHIT II
Nagarakertagama
Kitab ini memunyai peran besar dalam penulisan sejarah Indo¬nesia. Kitab ini menguraikan sejarah kerajaan Singosari dan Majapahit.
Pararaton
Diperkirakan kitab ini berasal dari tradisi lisan sehingga tidak ditemuka¬n nama pengarangnya.
Sundayana
Kitab ini menceritakan nasib raja Sunda, Sri Baduga Maharaja yang ¬datang ke Majapahit untuk mengantarkan putrinya.
Panji Wijayakrama
Kitab ini menceritakan tentang riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja Majapahit.
Ranggalawe
Mengisahkan tentang pemberontakan Ranggalawe dari Tuban terhadap  raja Jayanegara.
Sorandaka
Mengisahkan pemberontakan Sora terhadap raja Jayanegara.
Pamancangah
Mengisahkan sejarah para Dewa Agung dari kerajaan Gelge (Bali).
Usana Jawa
Menceritakan penaklukan Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar.
Usana Bali
Menceritakan kekacauan di Bali disebabkan mengganasnya seorang raksasa bernama Maya Danawa.
PADA MASA ISLAM
Muncul banyak karya sastra seperti hikayat. Hikayat adalah Karya sastra yang isinya beraneka ragam. Pada hakekatnya Hikayat adalah cerita dongeng belaka. Banyak bersifat supranatural, seperti: Hikayat Raja Pasai dan Hikayat Silsilah Perak. Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jaya, Hikayat Sri Rama, Hikayat Maharaja Rahwana, Hikayat Pancatantra. Selain kitab, ada pula cerita panji seperti: Syair Ken Tambunan, Lelakon Mahesa Kuitir, Syair Panji Sumirang, Cerita Wayang Kinundang, Hikayat Panji Kuda Sumirang, Hikayat Cekal Wenengpati, Hikayat Panji Wilakusuma.
Selain itu, terdapat kitab suluk (kitab yang bercorak magis, berisi ramalan, penentuan hari baik dan buruk, dan pemberian makna terhadap suatu kejadian), antara lain sebagai berikut.
Suluk Sukrasa, menceritakan Ki Sukrasa yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesem¬purnaan.
Suluk Wujil, berisi wejangan Sunan Bonang kepada Wujil, bekas abdi Raja Majapahit.
Suluk Malang Sumirang, berisi pujian dan mengungkapkan seseorang yang telah men¬capai kesempurnaan dan bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Kitab yang ditulis oleh para pujangga dari kerajaan Islam di Indonesia di antaranya, sebagai berikut.
Kitab Bustanu’lssalatin, ditulis oleh Nuruddin Ar-Raniri dari Aceh, berisi mengenai adat¬istiadat Aceh dan ajaran agama Islam.
Kitab Sastra Gending, ditulis oleh Sultan Agung dari Mataram, berisi tentang ajaran-¬ajaran filsafat serta kitab Nitisruti, Nitisastra, dan Astabrata yang bersumber pada kitab Ramayana. Berisi tentang tabiat baik.
Kitab Ade Allopiloping Bicaranna Pabbahi’e oleh Amanna Gappa dari Makasar. Berisi tentang hukum-hukum perniagaan bagi kerajaan Makassar.

Tradisi Sejarah dalam Masyarakat Indonesia Masa aksara

Perkembangan sejarah Indonesia setelah masa aksara
Sejak dahulu, Bangsa Indonesia telah mengenal system pelayaran dan perdangangan. Pelayaran dan perdagangan di Indonesia semakin berkembang pesat karena terjalinnya hubungan perdagangan antara India dengan Cina melalui jalur laut. Berikut pengaruh India yang masuk kenusantara dalam segala bidang kehidupan masyarakat Indonesia.
Bidang pemerintahan
Sebelum kedatangan bangsa India, Bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan tapi masih secara sedehana, yaitu semacam pemerintahan disuatru desa atau daerah tertentu dengan rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suku. Orang yang dipilih sebagai pemimpin umumnya adalah orang yang senior,arif,berwibawa,dan dapat membimbing serta memiliki kelebihan tertentu, termasuk dalam bidang ekonomi maupun dalam hal kekuatn gaib atau kesaktian. Masuknya pengaruh India menyebabkan nya muncul system pemerintahan yang bnerbentuk kerajaan, yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun. Peran raja di Indonesia berbeda dengan di India. Di India, raja memerintah dengan kekuasaan mutlak untuk menentukan segala nya. Di Indonesia, raja memerintah atas namadesa-desa dan daerah-daerah. Raja bertindak keluar sebagai wakil rakyat yang mendapat wewenang penuh.sedangkan ke dalam,raja sebagai lambing nenek moyang yang di dewakan.
Bidang budaya
Sebelum orang –orang India datang ke Indonesia,masyarakat kita telah memiliki dasar kehidupan sendiri yang cukup tinggi (kebudayaan asli) dan terus berkembang secara terus menerus.setelah masuknya kebudayaan hindu-budha,maka terjadilah perkembangan kebudayaan Indonesia seperti : Tulisan pallawa dan bahasa sansakerta,seni bangunan,seni rupa/lukis,seni sastra,dan kalender.
Seni bangunan
Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bangunan candi.di india,candi merupakan kuil untuk memuja para dewa dengan bentuk stupa.di Indonesia,candi selain tempat pemujaan,juga berfungsi sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah sang raja yang telah meninggal.candi sebagai tanda penghormatan masyarakat kerajaan tersebut terhadap sang raja.contoh:
a)candi kidal (di malang),merupakan tempat anusapati diperabukan.
b)candi jago (di malang),merupakan tempat wisnuwardhana diperabukan.
c)candi singosari (di malang),merupakan tempat kartanegara diperabukan.
d)candi Borobudur (di magelang),merupakan tempat pemujaan roh nenek moyang.
Seni rupa,dan seni ukir
Akulyurasi dalam seni rupa dan seni ukir terlihat pada relief atau seni ukir yang dipahat pada bagian dinding candi.sebagai contoh ,relief yang dipahat pada candi Borobudur bukan hanya menggambarkan riwayat sand budha tetapi juga terdapat relief yang menggambarkan lingkungan alam Indonesia.ada pula relief yang menggambarkan bentuk perahu bercadik yang menggambarkan kegiatan nenek moyang bangsa Indonesia pada masa itu.
Seni hias
Seni hias unsur- unsur India tampak pada hiasan-hiasan yang ada di Indonesia,meskipun dapat dikatakan secara keseluruhan hiasan tersebut merupakan hiasan khas Indonesia.contoh hiasan: gelang, cincin, dan manik-manik
Aksara/Tulisan
Berdasarkan bukti-bukti tertulis yang terdapat pada prasasti-prasasti ( abad 5m) tampak bahwa bangsa indonsia telah mengenal hurufn palawa dan bahasa sangsekerta. Huruf palawa yang telah di Indonesian kan dikenal dengan nama huruf kawi. Sejak perasasti dinoyo ( 760 m ) maka huruf kawi ini menjadi huruf yang dipakai di In donesia dan bahasa sansekerta tidak dipakai lagi dalam prasasti tetapi yang dipakai adalah bahasa kawi. Prasasti donoyo berhubungan erat dengan candi badut yang ad dimalang.
Kesusastraan
Setelah kebudayan tulis seni, sastra pun mulai berkembang dengan pesat. Seni sastra berbentuk prosa dan tembang ( puisi ). Tembang jawa kuno umumnya disebut kakawin. Irama kakawin didasarkan pada irama dari India. Berdasarkan isi nya, kesusastraan tersebut terdiri atas kitab keagamaan ( Tutur/pitutur ), kitab hokum, kitab wicarita ( kepahlawanan ) serta kitab cirata lain nya yang bertutur mengenai masalah keagamaan atau kesusilaan serta uraian sejarah, seperti Negara kertagama. Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia, terutama kisah Ramayana dan mahabarata. Kisah India itu kemudian digubah oleh para pujangga Indonesia, seperti bnaratayuda yang digubah oleh  Empu sedah dan Empuh Panulu. Berkembang nya karya sastra, terutama yang bersumber dari kisah Ramayana dan mahabarata, telah melahirkan seni pertunjukan wayang kulit ( wayang purwa). Pertunjukan wayang banyak memngandung nilai yang bersifat mendidik. Cerita dalam pertunjukan wayang berasal dari India, tetapi wayang nya sendiri asli Indonesia. Bahkan muncul pula tokoh-tokoh pewayangan has Indonesia,seperti tokoh Punakawan: Semar,Gareng,Petruk, dan Bagong. Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India.
Bidang Sosial
Sebelum masuknya kebudayaan Hindu Budha, masyarakat Indonesia telah hidup teratur yang ditandai dengan kehidupan gotong royong. Kehidupan sosial masyarakat di Indonesia mengikuti perkembangan zaman yang ada. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia enerima dengan terbuka unsur-unsur yang datang dari luar, tetapi perkembangan nya selalu disesuaikan dengan tradisi bangsa Indonesia sendiri. Masuknya pengaruh India di Indonesia menyebabkan mulai adanya penerapan hukuman terhadap para pelanggar peraturan atau undang-undang juga diberlakukan. Hukum dan peraturan menunjukkan bahwa suatu masyarakat sudah teratur dan rapi. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia distratifikasikan berdasarkan kasta dan kedudukan dalam masyarakat ( mulai mengenal sistem kasta ).
Bidang kepercayaan
Kepercayaan asli bangsa kita,yaitu pemujaan terhadap roh-roh leluhur/nenek moyang (animisme) dan benda-benda (dinamisme). Setelah masuknya orang-orang India yang membawa kebudayaan Hindu dan Budha Maka masyarakat kita mengenal agama tersebut tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRAAKSARA DAN MASA AKSARA

Pengalaman masa lalu tidak hanya penting bagi manusia modern. Manusia yang belum mengenal tulisan juga merasakan penting nya masa lalu. Bagi mereka, peristiwa masa lalu berfungsi sebagai pengetahuan dan pedoman hidup. Jejak sejarah masyarakat pra sejarah di temukan dalam mitologi, legenda, folklore , upacara dan lagu dari berbagai daerah di Indonesia. Masa prasejarah berakhir dengan di temukannya tulisan, penemuan ini mengawali teradisi sejarah masyarakat yang mengenal tulisan.
Bagaimana masyarakat yang belum mengenal tulisan mewariskan masa lalunya? Hal apa saja yang dapat membantu menemukan jejak-jejak sejarah pada masa lampau? Bagaimana perkembangan sejarah  Indonesia, perkembangan rekaman tertulis, serta perkembangan penulisan sejarah di Indonesia setelah masa aksara? Untuk mengetahui hal tersebut mari pelajari materi berikut ini!
A.tradisi masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara
Cara masyarakat mewariskan masa lalu nya sebelum mengenal tulisan.
Pentingnya masa lalu atau sejarah tidak hanya mengacu pada kehidupan berbangsa sajamelaikan pada masing masing atau kelompok. Suku bangsa juga tidak boleh meninggalkanmasa lalunya baik masa lalu yang kurang menyenangkan maupun yang mengembirakan. Menurut ilmu psikologi, masa lalu tidak boleh di lupakan ,melainkan di olah, di evaluasi yang hasilnya berupa rekonsilasi atau perdamaian dalam hidup sebagai kelompok.
Secara khusus ada dua aspek utama dari peninggalan masa lalu yang tidak boleh di lupakan. Pertama, peninggalan masa lalu yang bersifat material, misalnya benda benda kebudayaan, kedua. Kedua peninggalan masa lalu yang bersifat nonmaterial, misalnya pandangan atau falsapah hidup,cita cita,nilai norma dan lain lain. Kedua aspek ini tidak bisa di lupakan. benda benda material yang diucapkan merupakan cerminan atau pantulan konkret dari pandangan etos atau cita cita hidup suatu bangsa. Dengan kata lain,apa yang dihasilkan merupakan wujud dari apa yang di pikirkan . Pewarisan kebudayaan dari  generasi ke generasi di sebut sosialisasi.
Terdapat beberapa cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat pra sejarah, yaitu:
Melalui keluarga.
Keluarga memiliki paranan penting dalam dalam proses pewarisan budaya masa lalu karena kesempatan berinteraksi dalam kelurga lebih besar sehingga memudahkan orang tua memnanamkan ide ide dan menyamaikan imformasi mengenai tata cara bertingkah laku  serta adat istiadat serta kebiasaan kelurga yang benar pada anak. Berikut cara sosialisasi dalam kelurga pada masyarakat  sebelum mengenal tulisan.
Adat istiadat.
Dalam sosialisasi, adat istiadat dalam keluarga dapat melalui dua cara, yaitu sacara langsung dan secara tidalk langsung. Secara langsung misalnya, dengan mengajarkan secara lisan tentang tradisi, adat istiadat, atau kebiasaan yang berlaku dalam sebuah keluarga. secara tidak langsung misalnya, dengan memberikan contoh perilaku.
Cerita dongeng.
Cerita dongeng merupukan salah satu cara mewarisi masa lalu.pada ceruita dongeng di sisipkan pesan pesan mengenai sesuatu yang di anggap baik untuk di lakukan maupun mengenai sesuatu yang di pandang tidak baik dantidak boleh di lakukan.
Melalui masyarakat
Melalui masyarakat adalah sekelompok orang  yang memiliki kesamaan budaya, wilayah,identitas dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial yang terstruktur. Berikut cara masyarakat dalam  mewariskan masa lalunya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Adat istiadat.
Masyarakat memiliki masing masing  adat istiadat yang beragam antara masyrakat yang satu dengan masyarkat yang lainnya . Adat istiadat harus di patuhi oleh seluruh anggotanya . penyimpangan akan membuat seseorang di sisihkan dari lingkungan masyarakat.
Petunjuk hiburan
Pertunjukan yang di lakukan mayarkat Indonesia sebelum masuknya pengaruh hindu budha adalah pertunjukan wayang. Pertunjukan wayang mengandung cerita yang berisi petuah yang bermampaat dapat menjadi salah satu wadah mengingatkan manusia atau masyarkat pada masa lalunya.
Melestarikan para leluhur.
Nasihat para leluhur dilestarikan dengan cara menjaga nasehat tersebut melalui ingatan kolektif anggota masyarakat dan kemudian di sampaikan secara lisan dan turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
Memberdayakan peranan orang yang di tuakan (pemimpin kelompokyang memiliki kemapuanlebih dalam menaklukkan alam)dalam masyarakat.
Membuat suatu peringatan kepada semua anggota kelompokmasyarakat.
Peringatan pada semua anggota kelompok masyarakat dapat berupa lukisan atau perkakas sebagai alat bantu hidup serta bagnunan tugu atau makam. Semua dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya hanya dengan melihatnya.
Kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan masyarakat pada zaman sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha berbentuk animisme, dinamisme, dan pemujaan terhadap roh nenek moyang atau roh leluhur.

Jenis-Jenis Sejarah

Sejarah sebagai suatu ilmu pnegetahuan mencatat  berbagai peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam lingkup kehidupan manusia. Peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian dalam sejarah itu dapat diklasifikasikan ke dalam bebarap jenis sejarah. Akibatnya, pembahasan sejarah lebih terfokus pada suatu masalah, walaupun pembahasannya itu sulit meninggalkan masalah-masalah  yang lainnya. Jenis-jenis sejarah yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut:
Sejarah lokal
Sejarah lokal mengandung suatu pengertian, bahwa suatu peristiwa Yang telah terjadi hanya meliputi suatu daerah dan tidak menyebar ke daerah lainnya. Peristiwa itu muncul hanya untuk daerah yang bersangkutan. Misalnya sejarah lokal tentang jakarta, yogyakarta, sumatra utara,sulawesi selatan, kalimantan timur, dan bali.
Sejarah lokal tentang suatu daerah memuat masalah awal suatu daerah tersebut seperti asal usul daerah bersangkutan sampai kepada perkembangan daerah itu pada masa berikutnya. Dalam sejarah lokal akan muncul tokoh-tokoh lokal yang memperjuangkan daerahnya dan bahkan hingga kini tokoh tersebut menjadi kebanggaan daerah bersangkutan. Contohnya:perjuangan  sultan hasanuddin dari kerajaan goa makasar. Nama dan jasa perjuangan sultan hasanuddin sangat melekat pada masyarakat sulawesi selatan. Begitu pula dengan tokoh-tokoh daerah lainnya, tak akan pernah pudar dihati masyarakatnya. Bahkan masyarakat memiliki kebanggan terhadap tokoh-tokoh pejuang dari daerahnya.
Sejarah nasional
Sejarah nasional mengandung suatu pengertian bahwa suatu peristiwa yang telag terjadi mencakup kawasan yang lebih luas dari sejarah lokal. Sejarah nasional meliputi suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu negara dan dapat mempengaruhi kehidupan bangsa-bangsanya dalam berbagai sektor seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya.misalnya, peristiwa G30 S / PKI. Peristiwa ini sangat besar dambpaknya terhadap perkenbangan politik nasionalindonesia. Bahkan peristiwa itu telah menimbulkan trauma pada bangsa indonesia, sehingga melalui wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga tertinggi negara, yaitu MPRS, sepakat membentuk ketetapan(Tap MPRS tentang pelarangan perkembangan paham komunis di wilayah indonesia, atau menetapkan bahwa PKI dijadikan sebagai partai terlarang berdiri dan berkembang di wilayah indonesia.
Terdapat banyak peristiwa sejarah yang meliputi tingkat nasional indonesia, seperti peristiwa dekrit presiden 5 juli 1959,krisis moneter dan kepercayaan yang menyebabkan berakhirnya kekuasaan orde baru. Banyak lagi peristiwa lain yang meli[uti tingkat nasional juga dialami oleh negara-negara lainnya, seperti sejarah nasional cina dengan munculnya gerakan nasionalisme cina dibawah pimpinan sun yat sen, sejarah nasional filipina dengan munculnya dengan munculnya gerakan nasionalisme filipina di bawah pimpinan jose rizal.
Sejarah dunia
Sejarah dunia mengandung suatu pengertian bahwa suatu peristiwa yang terjadi dapat mempengaruhi perkembangan dunia internasional. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dapat meliputi bebagai masalah dari beberapa negara. Misalnya, perang dunia I dan II.
Walaupun lokasi atau wilayah peperangan dari perang dunia I hanya meliputi kawasan eropa, tetapi dampaknya dapat dirasakan di seluruh dunia, terutama dalam masalah eknomi. Perang dunia I telah menimbulkan kehancuran dalam bidang ekonomi, sehingga muncul krisis ekonomi sedunia ( malaissE )tahun 1929.
Disamping itu, perang dunia II yang telah menimbulkan  trauma dalam kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Perang dunia II telah menelan korban jutaan manusia yang tidak berdosa, seperti pengeboman kota hirosima dan nagasaki oleh pasukan udara amerika serikat. Oleh karena itu setiap perang yang terjadi di dunia baik perang besar maupun perang kecil mendapat kutukan dari ,asyarakat dunia. Bahakan setiap manusia di dunia dimanapun ia berada tidak perah menginginkan terjadinya perang.
Sejarah geografi
Geogarfi  merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi. Pembahasan dalam geografi menyangkut tentang geologi ( ilmu tanah ), flora ( ilmu tumbuh-tumbuhan ), dan manusia.
Setiap peristiwa sejarah selalu berkaitan dengan letak geografis suatu tempat. Oleh karena itu, ilmu geografi sangaat membantu dakam pengkajian sejarah terutama dalam penentuan tempat peristiwa sejarah.
Masalah-masalah sejarah juga memilki  keterkaitan dengan masalah giografii.karena sejarah membahas masalah-masalah atau peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, maka untuk menjawab suatu pertanyaan tentang  ‘’di mana peristtiwa itu terjadi?” secara langsung maupun tidak langsung parah ahli mengaitkannya dengan tempat atau lokasi kejadiannya. Untuk menentukan   tempat kejadian itu, ilmu geografi tidak dapat ditinggalkan, karena para ahli akan mempertanyakan tentang mengapa ditempat tersebut terjadi suatu peristiwa sejarah?”
Oleh karena itu, perkembangan sejarah tidak akan pernah dapat dipisahkan dari keadaan geografis dari suatu wilayah alasannya, sejarah justru membahas berbagai peristiwa atau kejadian-kejadian yang telah terjadi pada masa lampau yang dipengaruhi oleh kondisi geografis suatu wilayah. misalnya, dalam menentukan tempat terjadinya suatu peristiwa bersejarah.
Sejarah ekonomi
Ekonomi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang membahas adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak ad manusia yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri, sehingga untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya  mereka membutuhkan bantuan orang lain. Keadaan seperti inilah yang kemudian menimbulkan terjadinya sistem ekonomi dalam masyarakat.
Masyarakat indonesia mulai mengembangkan sistem ekonominya sejak masa bercocok tanam ( zaman prasejarah atau zaman sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha. Sistem perekonomian yang berkembang pada masa itu dilaksanakan dengan sistem barter, yaitu pertukaran barang dengan barang. Kehidupan seperti ini terus berkembang hingga pada kehidupan masyarakat dari masa perundagian.
Kondisi alam indonesia yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang dihubungkan oleh selat dan laut, pelayaran merupakan suatu hal yang mungkin untuk melaksanakan hubungan ekonomi di antara masyarakat indonesia. Perkembangan perdagangan masyarakat indonesia semakin bertambah pesat semenjak terjalimmya hubungan perdagangan antara cina dan romawi serta india melalui jalur pelayaran perdagangan melewati wilayah perairan indonesia.
Melalui hubungan perekonomian dan perdagangan ini, bangsa indonesia menjalin hubungan dengan dunia luar, sehingga pengaruh-pengaruh kebudayaan luar yang di bawa oleh kalangan pedagang luar itu, mulai masuk ke wilayah indonesia seperti pengaruh india, cina, arab, dan lain-lain.
Sejarah ekonomi bangsa indonesia berkembang dari tingkat ekonomi yang sangat sederhana ketingkat ekonomi yang lebih luas lagi, bahkan tidak akan pernah tertinggal dengan masalah-masalah nasional dan internasional.

Legenda Napoleon

Pada tahun 1840, Bertrand, Gourgaud, Las Cases Junior dan Marchand berlayar ke St. Helena untuk mengambil jasad Napoleon dan melakukan penghormatan terakhir dengan seremonial megah di the Invalides di Paris. Pada tahun 1855, Queen Victoria, tamu Kaisar Napoleon III, menziarahi the Invalides dan meminta putra kecilnya yang kelak menjadi Raja Edward VII untuk bersimpuh di pusara Napoleon Agung.
Sosok Napoleon adalah the roi du peuple, “mediator sejati dalam memadukan masa lalu dengan revolusi”. Kebenaran-kebenaran ini akan menata dunia, akan menjadi kredo dan moralitas seluruh bangsa. Dan, lebih dari yang diungkapkan, era yang patut dikenang ini akan selalu dengan sosokku. Sebab, bagaimanapun aku telah membawa obornya dan menahbiskan prinsip-prinsipnya. Dan, karena penghianatan, kini akulah sang Messiah. “Dalam pemerintahanku, setiap orang Prancis dapat mengatakan, ‘Aku akan menjadi menteri, panglima perang, duke, count atau baron jika aku mampu melakukannya – bahkan menjadi kaisar.’
Sosok Napoleon juga telah tertatam dalam benak putranya Raja Roma yang juga bergelar King of Rome, Prince Imperial, Prince of Parma, Napoleon II, dan Duke of Reichstadt. Asisten tutornya, Foresti, berkomentar, “anak itu memiliki ingatan yang kuat tentang masa lalunya, dan ia terus menjaganya dengan kokoh”. Pada Januari 1832, putera Napoleon terjangkit penyakit warisan Istana Habsburg, yaitu TBC. Ia terserang pneumonia dalam sebuah parade militer. Penyakit itu dengan cepat menggerogotinya hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 22 Juli 1832. Dalam peti jenazah, pemuda malang itu dinyatakan sebagai “Joseph Charles Francis, Duke of Reischstadt, Putra Napoleon, Kaisar Prancis, dan Marie-Louise, Archduchess Austria”.
Pada batu nisan Napoleon di St. Helena tertulis, “Jika saya berhasil, saya akan menjadi manusia terbesar yang dikenal sejarah.”  Penilaian retrospektif paling menarik tentang Napoleon datang dari orang-orang yang mengenalnya dengan baik dan berani berbeda darinya. Talleyrand, dalam pembicaraannya dengan Lord Holland setelah kematian Napoloen, berkata, “Karirnya amat mencengangkan, setidaknya dalam seribu tahun ini. Ia adalah sosok hebat dan tak tertandingi, baik dalam kualitas maupun riwayat hidupnya. Setidaknya, berdasarkan refleksi saya yang berhubungan dan mengenalnya degan dekat, sebutan itu memang layak baginya. Jelas sekali Napoleon adalah sosok paling hebat yang pernah saya temui. Saya pun yakin, dialah sosok paling hebat yang pernah hidup di zaman kita, atau bahkan terhebat di sepanjang zaman.”
Pada tahun 1820, Metternich menggambarkan karakter Napoleon, “Untuk menilai sosok luar biasa ini, kita perlu mengikuti seluruh perjalanan hidupnya. Tak ragu lagi, banyak keberuntungan telah menyertainya. Dan, berkat kekuatan karakter, aktivitas, dan kecemerlangan pikiran yang dipadu dengan kejeniusannya dibidang kemiliteran, Napoleon pun mampu berdiri tegak di posisi yang memang telah ditakdirkan untuknya. Dengan kehendak dan kekuatan yang dimilikinya, ia tidak pernah kehilangan kesempatan dan berbagai jalan yang bisa membelokkan tujuannya. Ia menjadi tuan bagi dirinya sendiri, juga menjadi tokoh di semua peristiwa. Di berbagai kesempatan apa pun, ia selalu berada di posisi sentral.” Dalam memoarnya, Chateubriand menyimpulkan Napoleon sebagai “nafas kehidupan terbaik yang pernah menjiwai manusia.”
Dalam beberapa hal, riwayat Napoleon bersifat sederhana dan lurus. Ia lahir di pulau kecil, meninggal di pulau kecil lainnya, dan di antara keduanya terbentang perjalanan hidup yang fantastis. Pada tahun 1919, dalam karya Historia Doubts Relative to Napoleon Bonaparte, Uskup Besar Whately dengan kelakar cerdasnya mengatakan bahwa Napoleon adalah mitos, bukan tokoh historis. “Nah, jika seorang filsuf yang berpikir bebas – salah satu orang yang mendorong pemikiran tanpa bias dan memandang rendah penyingkapan berpretensi – bertemu dengan serangkaian absurditas seperti ini, bisakah ia tidak menolaknya dengan memandangnya terlalu mengada-ada dan tidak melakukan pembuktian apa pun? Tidak mungkinkah, dengan menelusurinya dari istilah Yunani, nama Napoleon yang berarti “Lion of the forest” disematkan lewat kesepakatan umum. Bukan hanya satu, namun ada banyak jenderal terpilih, terutama karena keberanian dan kehebatannya? Ataukah jangan-jangan “Buona Parte” pada awalnya merupakan semacam istilah umum yang diterapkan untuk makna “yang terbaik” yakni bagian dari pasukan Prancis yang paling berani atau patriotik, yang bersifat kolektif, tetapi kemudian disalahgunakan sebagai nama individu?
Di St. Helena, Napoleon mengisahkan tentang Jenderal Paoli yang beberapa kali pernah berkata kepadanya, “Anda adalah seorang Plutarch, seorang manusia besar zaman purba.” Karirnya sekejam tragedi Sophocles yang berawal dengan rasa bangga yang berlebihan, kemudian diikuti pembalasan keadilan. Namun, bagaimanapun juga, dibutuhkan seorang Shakespeare dan Sophocles untuk mengadili kompleksitas kepribadiannya beserta berbagai potensi pikiran dan karakternya yang sering kali lebih menonjol, bahkan dari pencapaian-pencapaiannya.
Kita dihadapkan pada teka-teki pelik – seorang manusia dengan inteligensi hebat, namun terkadang bertindak dungu secara mengejutkan dalam menilai manusia dan peristiwa. Seorang manusia yang amat manusiawi, bahkan terlalu manusiawi dalam kedekatannya secara pribadi, namun juga dikuasa ambisi gila yang menempatkannay diluar batas kemampuan manusia biasa. Atau, dalam defenisi Aristoteles, hadir sebagai “sosok penjahat sekaligus dewa.”
Disarikan dari Bab 17: Legenda Napoleon dalam buku Napoleon: Sang Manusia Hebat Pencipta Sejarah, karangan Felix Markham. Tahun Terbit 2009.